Breaking News:

2 Warga Depok Terduga Terjangkit Demam Berdarah Meninggal Dunia

Meski PE sudah dilakukan sejak satu pekan lalu, Dinas Kesehatan Kota Depok belum dapat memastikan apa sebab meninggalnya dua warga.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Bidang P2P Dinkes Depok Umi Zakiyati saat ditemui di Balaikota Depok, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok akhirnya angkat bicara terkait pernyataan Dinkes Provinsi Jawa Barat yang menyebut dua warga Depok meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok Umi Zakiyati mengatakan dua warga yang meninggal itu belum dipastikan penderita DBD, namun dia membenarkan adanya dua warga yang meninggal.

Umi menuturkan perlu Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna memastikan dua warga Kota Depok yang meninggal sekitar dua pekan lalu itu merupakan penderita DBD.

"Memang ada dua yang meninggal, tapi belum bisa dipastikan itu penderita DBD. Kita perlu melakukan PE untuk memastikan. Sekarang kita masih berkoordinasi dengan dua Rumah Sakit yang merawat," kata Umi di Balaikota Depok, Senin (4/2/2019).

Meski PE sudah dilakukan sejak satu pekan lalu, Dinas Kesehatan Kota Depok belum dapat memastikan apa sebab meninggalnya dua warga yang enggan dirinci identitasnya.

876 Warga Ibu Kota Terjangkit DBD, Anies Ingatkan Masyarakat Tak Anggap Enteng Demam Berdarah

Alasan PE yang dilakukan belum membuahkan hasil karena Dinas Kesehatan Kota Depok perlu waktu berkoordinasi dengan pihak RS swasta yang disebut Umi memiliki serangkaian prosedur.

"Kita masih melakukan PE, butuh waktu karena kita harus berkoordinasi dengan pihak RS. Nanti kalau hasilnya sudah keluar kita beritahu," ujarnya.

Saat disinggung RS mana yang merawat, Umi kembali enggan membeberkan RS mana, sama seperti dia enggan merinci identitas kedua warga Depok yang meninggal.

Dia hanya menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Kota Depok telah menyampaikan ke Dinas KesehatanJabar bahwa Depok masih belum dapat memastikan ada atau tidaknya penderita DBD yang meninggal.

"Intinya kita masih melakukan PE. Kita juga sudah menyampaikan ke Dinas Kesehatan Jabar kalau data dua orang yang meninggal itu belum bisa dipastikan sebagai penderita DBD atau bukan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Jabar Widiyawati Dinkes Jabar mengatakan Depok merupakan wilayah dengan jumlah penderita DBD terbanyak.

Warga Terjangkit DBD di Wilayahnya, Lurah Jatipadang: Selama Ini Kami Enggak Tahu Asal Penyakitnya

Dengan jumlah penderita per 28 Januari 319 kasus yang dua di antaranya meninggal, Widyawati menyebut data tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Kota Depok yang diterima Dinkes Jabar.

"Kalau data per 28 Januari seperti itu. Berdasarkan laporan ke kami (Dinkes Provinsi), kematian di Kota Depok ada 2 orang," kata Widyawati.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved