Aniaya 3 Petugas Jumantik di Jagakarsa, Marwan Mengaku Refleks

"Motifnya reflek ya karena dia sempat tidak ingin difogging. Si pelaku ini menumpang sama saudaranya dan alasan privasi tertutup," jelas Sigit.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Satu petugas jumantik yang dipukul warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Jumat (1/2/2019), terjadi peristiwa penganiayaan yang dialami tiga petugas juru pemantau jentik (jumantik) Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Marwan Sangaji (39), tega menganiaya Felicia (38), DJayanti (38), dan Nur Azizah (40), hingga mengalami luka lebam dan memar di bagian wajah dan lengannya.

Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa menuturkan, ketika melakukan penganiayaan pelaku diketahui tidak sedang dalam pengaruh minuman keras atau pun narkoba.

"Tidak dalam pengaruh apapun, memang pelaku ini orangnya agak tertutup sangat privasi, sehingga saat mau dijentik nyamuk oleh korban merasa tersinggung lalu menganiaya," kata Sigit kepada TribunJakarta.com, Senin (4/2/2019).

Oleh sebab itu, motif pelaku tega membabi buta menghakimi korbannya hanyalah karena refleks semata.

"Motifnya reflek ya karena dia sempat tidak ingin difogging. Si pelaku ini menumpang sama saudaranya dan alasan privasi tertutup," jelas Sigit.

Saat ini, Marwan pun sudah mendekap di balik jeruji besi ruang tahanan Polsek Jagakarsa.

Anies Tegaskan Biaya Perawatan 3 Petugas Jumantik Korban Penganiayaan Ditanggung Pemprov DKI

Berniat Baik Berujung Dianiaya, Nasib 3 Kader Jumantik di Lenteng Agung Dapat Perhatian Anies

VIDEO Dijenguk Anies Baswedan, Kader Jumantik Korban Penganiayaan Tak Kuasa Menahan Tangis

Ia ditangkap, usai korban langsung melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut, yang langsung direspon mengamankan pelaku dari kediamannya.

"Habis dianiaya korban langsung melapor, dan saat itu juga kami tindaklanjuti dengan mendatangi kediaman dan mengamankan pelaku," tutur Sigit.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved