Breaking News:

DBD di Depok Bertambah, 436 Terjangkit, 2 Terduga Meninggal

Umi menuturkan 9 dari 63 Kelurahan yang ada di Depok masih bersih dari penderita DBD.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Bidang P2P Dinkes Depok Umi Zakiyati saat ditemui di Balaikota Depok, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORANMAS - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) warga Kota Depok melonjak jadi 436, data tersebut merupakan data teranyar yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok.

Selain 436 penderita DBD, Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat ada 63 terduga penderita DBD yang kepastiannya masih menunggu hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE).

Meski meningkat, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok Umi Zakiyati mengatakan Depok masih berstatus siaga, belum Kejadian Luar Biasa.

"Data terakhir ada 504 pasien, tapi yang pasti penderita DBD 436. Sisanya atau 63 masih terduga penderita DBD. Jadi masih perlu PE untuk tahu benar penderita DBD atau tidak. Untuk sekarang statusnya masih siaga," kata Umi di Balaikota Depok, Senin (4/2/2019).

Meski enggan merinci jumlah penderita per Kelurahan, Umi menuturkan 9 dari 63 Kelurahan yang ada di Depok masih bersih dari penderita DBD.

Sementara lima Kelurahan yang penderita DBD terbanyak yakni Beji dengan 36, Cipayung 38, Harjamukti 22, Pancoran Mas 34, dan Ratujaya 30 penderita.

"Sekarang yang paling banyak itu Kelurahan Beji 36. Untuk jumlah Kelurahan yang terjangkit masih sama, sembilan Kelurahan masih enggak ada penderita," ujarnya.

Perihal pembagian penderita berdasarkan jenis kelamin, umur, dan usia, Umi menuturkan data yang dimiliki Dinkes Depok sekarang belum serinci itu.

Pun dengan berapa jumlah penderita DBD yang masih menjalani rawat inap dan yang dalam masa pemulihan atau rawat jalan.

"Datanya belum sampai pengelompokan berdasarkan usia dan kelamin. Untuk berapa yang banyak penderita yang masih dirawat inap dan rawat jalan juga masih belum ada datanya. Sekarang sedang diupayakan," tuturnya.

Selain minim kelengkapan data, Dinkes Depok belum dapat memastikan apakah dua warga yang disebut Dinkes Provinsi Jabar sebagai korban jiwa DBD merupakan penderita DBD.

Seperti 63 pasien terduga DBD, upaya PE yang sejak satu pekan lalu dilakukan Dinkes Depok bersama pihak Rumah Sakit tempat korban dirawat masih belum membuahkan hasil.

"Memang ada dua yang meninggal, tapi belum bisa dipastikan itu penderita DBD. Kita perlu melakukan PE untuk memastikan. Sekarang kita masih berkoordinasi dengan dua Rumah Sakit yang merawat," lanjut Umi.

Sebagai informasi, tahun 2016 tercatat 2.834 penderita DBD, tahun 2017 tercatat 535, dan tahun 2018 tercatat 892 dengan korban jiwa sebanyak satu orang.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved