Penderita DBD di Jati Padang Meningkat, Dipicu Banyak Lahan Kosong dan Wilayah Padat

Kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di wilayah Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu pada Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di wilayah Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Penderita DBD di Jati Padang meningkat di bulan Februari menjadi 9 kasus dibanding bulan Januari sebanyak 7 kasus.

Menurut Lurah Jati Padang, Noviant Wijanarko, meningkatnya kasus DBD lantaran permukiman di wilayahnya padat serta banyaknya lahan kosong yang tak ditinggali.

Ia pun juga mengatakan mengalami hambatan untuk memeriksa kasus DBD berasal dari wilayahnya atau tertular dari wilayah lain.

"Kalau sampai saat ini laporan meningkat menjadi 9 orang. Bulan Januari ada 7 kasus meningkat di bulan ini," tuturnya kepada TribunJakarta.com di kantor Lurah Jati Padang, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Noviant juga menuturkan kasus terbesar mendera anak-anak maupun remaja.

"Sejauh ini sebagian besar anak-anak dan remaja. Ada satu sekolah 2 pelajar SD yang terkena," paparnya.

Pernah Masuk Kategori Kejadian Luar Biasa Musibah DBD, Bupati Tangerang Sebut Kawasan Kabupaten Aman

876 Warga Ibu Kota Terjangkit DBD, Anies Ingatkan Masyarakat Tak Anggap Enteng Demam Berdarah

Padahal, pihak kelurahan telah menyebarkan surat edaran kepada RT maupun RW di wilayahnya terkait adanya satu juru pemantau jentik (jumantik) per satu rumah dengan 3 ovittrap (perangkap nyamuk).

Namun, kasus DBD malahan mengalami peningkatan di bulan Februari ini.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved