Penderita DBD di Jati Padang Meningkat, Dipicu Banyak Lahan Kosong dan Wilayah Padat
Kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di wilayah Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di wilayah Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Penderita DBD di Jati Padang meningkat di bulan Februari menjadi 9 kasus dibanding bulan Januari sebanyak 7 kasus.
Menurut Lurah Jati Padang, Noviant Wijanarko, meningkatnya kasus DBD lantaran permukiman di wilayahnya padat serta banyaknya lahan kosong yang tak ditinggali.
Ia pun juga mengatakan mengalami hambatan untuk memeriksa kasus DBD berasal dari wilayahnya atau tertular dari wilayah lain.
"Kalau sampai saat ini laporan meningkat menjadi 9 orang. Bulan Januari ada 7 kasus meningkat di bulan ini," tuturnya kepada TribunJakarta.com di kantor Lurah Jati Padang, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).
Noviant juga menuturkan kasus terbesar mendera anak-anak maupun remaja.
"Sejauh ini sebagian besar anak-anak dan remaja. Ada satu sekolah 2 pelajar SD yang terkena," paparnya.
• Pernah Masuk Kategori Kejadian Luar Biasa Musibah DBD, Bupati Tangerang Sebut Kawasan Kabupaten Aman
• 876 Warga Ibu Kota Terjangkit DBD, Anies Ingatkan Masyarakat Tak Anggap Enteng Demam Berdarah
Padahal, pihak kelurahan telah menyebarkan surat edaran kepada RT maupun RW di wilayahnya terkait adanya satu juru pemantau jentik (jumantik) per satu rumah dengan 3 ovittrap (perangkap nyamuk).
Namun, kasus DBD malahan mengalami peningkatan di bulan Februari ini.