Breaking News:

Anies Baswedan: Jakarta Selatan Lokasi Paling Banyak Terjangkit DBD

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jakarta Selatan paling banyak kasus demam berdarah (DBD) sepanjang 2019.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi kediaman salah seorang kader jumantik yang jadi korban kekerasan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jakarta Selatan paling banyak kasus demam berdarah (DBD) sepanjang 2019.

Saat ini sudah ada 297 kasus yang telah terjadi di wilayah Selatan. Hal ini berbeda jauh dari wilayah-wilayah lain di ibu kota.

"Sekarang secara jumlah, terbanyak di Jakarta Selatan ada 297 kasus, di Jakarta Timur 248 kasus, di Barat 233 kasus, di Utara 57 kasus, di Pusat 43 kasus, dan Pulau Seribu tak ditemukan kasus," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/2/2019).

Anies mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka DBD di wilayah Selatan, lantaran banyaknya ruang terbuka di kawasan tersebut.

Menurut Anies, ruang terbuka itulah yang menjadi tempat untuk bertumbuh kembang nyamuk-nyamuk.

"Saat ini masih banyak kasus, dan kebanyakan terjadi di tempat yang dekat dengan ladang, kebun, di perumahan yang ada lahan terbuka. Itu yang banyak terjadi di tempat seperti itu. Selatan yang masih banyak ruang terbuka, dan ruang terbuka itu yang jadi tempat tumbuh kembang nyamuk," katanya.

Diketahui, DBD disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia.

Virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti atau Albopictus Betina yang terinfeksi.

Untuk mencegah hal ini terus terjadi, Anies akan meminta fogging.

Ia terus mendorong juru pemantau jentik (jumantik) untuk terus bekerja demi memastikan tak ada genangan air hingga media lain yang berpotensi menjadi sarang tumbuhnya jentik.

"Fogging akan dilakukan, tapi tidak harus serentak. Yang diutamakan daerah selatan. Intinya bahwa kegiatan preventif ini akan di genjot diujung paling depan adalah jumantik, mereka berkeliling memastikan bahwa tidak ada genangan, tidak ada potensi-potensi media tumbuhnya jentik-jentik," kata Anies.

"Lalu respon cepat bila ada tanda-tanda demam berdarah, jangan menunggu sampai parah, datang langsung ke Puskesmas periksa, dan apabila harus dirawat maka kita akan siap untuk merawat. Kita akan rawat semuanya siapapun yang mengalami DBD akan kita tampung, kita akan rawat dan dibebaskan biaya," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved