Penderita DBD Terus Melonjak, Dinkes Depok Sebar Bubuk Abate ke Puskesmas

Menurutnya bila warga meminta bubuk abate secara pribadi dalam jumlah sedikitpun akan merepotkan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Melonjaknya penderita demam berdarah dengue (DBD) yang mencapai 436 membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok membagikan bubuk abate guna mencegah populasi nyamuk.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok Umi Zakiyati mengatakan bubuk abate disebar ke seluruh Unit Pelaksana Fungsional (UPF) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas.

"Bubuk abate sudah disebar ke seluruh UPF dan UPT Puskesmas, jadi di tingkat Kelurahan dan Kecamatan masyarakat bisa langsung meminta bubuk abate. Gratis, enggak bayar," kata Umi di Pancoran Mas, Depok, Selasa (5/2/2019).

Meski tak merinci total jumlah bubuk abate yang disebar dan berapa jumlah yang disediakan di setiap UPF dan UPT, Umi menjamin stok abate.

Meski secara pribadi warga dapat meminta langsung, Umi menyarankan agar warga permintaan bubuk abate dilakukan sekaligus melalui Ketua RT setempat.

Menurutnya bila warga meminta bubuk abate secara pribadi dalam jumlah sedikitpun akan merepotkan pihak UPF dan UPT Puskesmas.

"Sebaiknya warga langsung minta dalam jumlah banyak, bisa minta melalui ke Ketua RT. Kalau minta secara pribadi satu bubuk bisa, tapi sebaiknya langsung dalam jumlah banyak," ujarnya.

Perihal kasus di sejumlah daerah bahwa bubuk abate diperjualbelikan, Umi mengatakan Dinkes Depok belum mendapati laporan ada oknum yang memanfaatkan situasi.

Dia menegaskan masyarakat tak perlu keluar uang untuk mendapat bubuk abate, hanya fogging permintaan saja yang mengharuskan warga membayar fogger, bensin, dan solar.

"Bubuk abate yang ada di Puskesmas itu gratis, yang bayar itu cuman fogging permintaan. Fogging permintaan bayar karena ongkos fogger, solar, dan bensin. Kalau obat insektisidanya gratis," tuturnya.

Data teranyar Dinkes Depok mencatat ada 63 terduga penderita, 2 terduga penderita DBD meninggal, dan sudah ada warga yang terjangkit Cikungunya.

Lima Kelurahan dengan penderita terbanyak yakni Kelurahan Beji dengan 36, Cipayung 38, Harjamukti 22, Pancoran Mas 34, dan Ratujaya 30 penderita.

Sebagai informasi, tahun 2016 tercatat 2.834 penderita DBD, tahun 2017 tercatat 535, dan tahun 2018 tercatat 892 dengan korban jiwa sebanyak satu orang.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved