Usai Ibadah, Jemaat Vihara Gayatri Mandi di 7 Sumur

"Sebelum mandi harus berniat dulu dalam hati. Ada aturannya, harus menjaga kesopanan. Kalau untuk melempar koin enggak diharuskan, anjuran,"

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Jemaat Vihara Gayatri saat mandi di 7 sumur, Tapos, Depok, Selasa (5/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Jemaat Vihara Gayatri tak langsung pulang setelah beribadah, mereka memilih mandi di 7 sumur yang jadi satu ciri khas vihara berumur 34 tahun yang terletak di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok.

Sejak pagi, jemaat silih berganti mandi di 7 sumur yang masing-masingnya memiliki nama dan khasiat berbeda, beberapa di antara mereka bahkan memboyong air sumur menggunakan dirigen.

"Dari pagi jemaat sudah ada yang mandi di 7 sumur, mandinya bergantian saja seperti biasa. Sudah disediakan gayung, tapi enggak boleh sampai masuk dalam sumur. Kalau ambil airnya untuk dibawa pulang boleh," kata pengurus Vihara Gayatri Darmawan, Selasa (5/2/2019).

Ketujuh sumur yakni, Sumur Sri Ningsih guna menerangkan lahir batin, Sri Waras guna sehat dan sentosa, Sri Lungguh untuk kedudukan derajat.

Sri Kunaratih Kumadjaya untuk cari jodoh, Sri Rezeki guna usaha cari rezeki, Dewi Sri Mulyasari untuk pengobatan, dan Sri Pontjo Warno guna tolak malapetaka.

Jika tak sedang Imlek, tradisi mandi 7 sumur di Vihara Gayatri hanya dilakukan di malam Selasa Kliwon yang disebut mandi Ci Sua.

"Khasiatnya ada yang untuk sehat sentosa, cari jodoh, pengobatan, tolak malapetaka, sehat sentosa, dan lainnya. Jadi macam-macam, mandinya setiap Selasa Kliwon," ujarnya.

Setiap jemaat yang datang diharuskan menjaga sopan santun saat mandi, dianjurkan bersujud, dan menjaga jarak agar tak bagian tubuh tak sampai masuk sumur.

Saat mandi, jemaat dianjurkan melempar satu sampai lima koin untuk menembus segala yang dilakukan selama satu tahun pancar.

"Sebelum mandi harus berniat dulu dalam hati. Ada aturannya, harus menjaga kesopanan. Kalau untuk melempar koin enggak diharuskan, itu cuman anjuran saja," tuturnya.

Setelahnya, jemaat dapat menyelam ke kolam besar yang terletak di belakang sumur dan disebut Kolam Amerta sebanyak delapan kali.

Usai menyelam di Kolam Amerta, jemaat mandi seperti biasa lalu mengeringankan badan sebelum melakukan sembayang di tujuh tempat yang terletak depan sumur.

"Habis dari kolam yang kedelapan itu baru mandi, nanti setelah badan kering baru dapat sembayang. Jadi badan harus kering dulu baru boleh sembayang. Sembayangnya di tempat yang depan sumur itu," lanjut Darmawan.

Hormati Korban Bencana, Perayaan Imlek di Wihara Amurva Bhumi Berlangsung Sederhana

Terkuak, Ini Penyebab Hujan Selalu Turun Saat Perayaan Tahun Baru Imlek

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Imlek di Sejumlah Lokasi Jakarta Pusat

Vihara Gayatri sendiri sebenarnya memiliki 10 sumur, namun 9 sumur khusus digunakan untuk mandi, hanya sumur ke 10 saja yang dapat digunakan untuk minum.

Di perayaan Imlek ke 2570 hari ini, Darmawan memperkirakan 600 jemaat dari wilayah Jabodetabek menyambangi Vihara guna merayakan tahun baru babi tanah.

"Cuman sumur ke 10 yang bisa buat minum, kalau sumur lain khusus untuk mandi. Khasiatnya bisa buat pengobatan, memperlancar rezeki. Hari ini yang datang sekitar 600 jemaat," ucap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved