Cerita Bertha: Dengar Berbagai Pengalaman PPSU Mulai Dirampok, Terluka, hingga Kerjakan Skripsi

Begitulah cerita yang dikisahkan oleh Bertha Simanulang, seorang Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tebet Timur Jakarta Selatan.

Cerita Bertha: Dengar Berbagai Pengalaman PPSU Mulai Dirampok, Terluka, hingga Kerjakan Skripsi
ISTIMEWA/Dokumentasi Bertha
Para petugas PPSU Tebet Timur (baju putih) tengah membersihkan di lokasi pohon tumbang pada Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bukan sekadar membersihkan jalanan kota agar tampak bersih nan asri.

Dibalik kesederhanaan mereka melayani masyarakat, tersirat mara bahaya yang secara sekonyong-konyong akan menerkamnya.

Bayangkan saja, bukan melulu hanya menyapu jalanan dan merawat tanaman mereka pun turut diperbantukan mengatur lalu lintas, menebang pohon, hingga membersihkan saluran air.

Bahkan, mereka ditugasi membuat karya seni pada dinding saat menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018 silam beserta maskot-maskotnya.

Maka tak ayal, pekerjaan yang diemban seorang petugas PPSU bukanlah hal sepele.

Begitulah cerita yang dikisahkan oleh Bertha Simanulang, seorang Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tebet Timur Jakarta Selatan.

Ia membawahi sebanyak 62 petugas PPSU Tebet Timur dalam menjalani tugas mereka.

Berencana Kawin Lari dengan Pria Beda Kasta, Ayah Ini Cekik Putrinya Sendiri hingga Tewas

Tentu, ada banyak kisah menarik di dalamnya.

"Saya membawahi 62 petugas ppsu yang saya bagi ke dalam sembilan grup dengan dua shift pagi dan siang. Saya bilang kerja PPSU itu berat," bebernya kepada TribunJakarta.com di Kantor Lurah Tebet Timur pada Rabu (6/2/2019).

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved