Rocky Gerung Beberkan Kritik Soal Jalan Tol di ILC, Ini Analisanya
Rocky Gerung menyatakan bahwa pembangunan tersebut memiliki banyak dampak tidak menguntungkan untuk masyarakat.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Rocky Gerung menilai bahwa pembangunan jalan tol merugikan masyarakat dan membuat ekonomi masyarakat tidak meningkat.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One bertajuk 'Yang Terjerat UU ITE: Buni Yani, Ahmad Dhani, Siapa Lagi?', Selasa (5/2/2019).
Rocky Gerung menilai bahwa pembangunan tol justru membuat kesenjangan antra warga.
Ia mengatakan seharusnya pembangunan jalan tol juga harus melihat keadaan yang dialami masyarakat sekitar pembangunan jalan tol.
"Jalan tol itu tidak mempersatukan justru membelah keakraban warga negara," jelas Rocky Gerung.
Kemudian, Rocky menilai bahwa keberadaan jalan tol justru merugikan masyarakat yang berjualan di pinggir jalan sehingga tidak meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Pak Jokowi bangga dari Jakarta sampai Solo 6 jam, maka bersatulah Indonesia karena jalan tol."
"Selama Pak Jokowi jalan selama 6 jam, ratusan warung Tegal tidak disinggahi oleh paspampres yang 200 dan rombongannya itu."
"Artinya tidak terjadi speal over of economy (peningkatan ekonomy) buat mereka," sambungnya.
Rocky Gerung menyatakan bahwa pembangunan tersebut memiliki banyak dampak tidak menguntungkan untuk masyarakat.
Menurutnya, dengan dibangunnya jalan tol, banyak para pengusaha daerah yang mengalami penurunan.
Sebab, Rocky Gerung beranggapan, para pengusaha daerah menjadi tidak dihampiri oleh para pengunjung lantaran adanya jalan tol.
"Pembatik di Pekalongan itu enggak punya penghasilan karena orang langsung pergi beli batik ke Solo, enggak mampir ke Pekalongan itu," ucap Rocky Gerung.
"Sate enak yang di Tegal itu tidak ada yang mampir itu."
"Jadi selalu ada reverse logic, upaya untuk mempromosikan prestasi itu."
"Saya mengkritik itu. Kalau dibilang menghubungkan, justru jalan tol itu membelah masyarakat."
"Karena begitu ada jalan tol, terbagilah jalan desa utara dengan desa selatan," paparnya.
Lantas, Boyd Lapian meminta waktu ke Karni Ilyas untuk menanyakan terkait kitab suci.
Namun, pertanyaannya tidak sesuai dengan pembahasan Rocky Gerung sehingga Karni Ilyas menghentikan pertanyaan tersebut.
Presiden Jokowi (Jokowi) mengatakan, dalam empat tahun pemerintah mampu membangun jalan tol sepanjang 782 kilometer.
"Selama empat tahun, kita telah membangun 782 kilometer."
"Dan hitungan kita, akhir tahun 2019 ini akan ada tambahan, sehingga total selama lima tahun nanti menjadi 1.854 kilometer," ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Minggu (3/2/2019).
Jokowi memberikan gambaran, sejak Jalan Tol Jagorawi dibangun pada 1978, semua negara melihat ke Indonesia.
Namun hingga 2014 atau hampir 40 tahun, pemerintah baru bisa membangun 780 kilometer.
Dia kemudian membandingkan dengan sejumlah negara seperti China yang sudah membangun sekitar 280 kilometer jalan.
Kemudian Malaysia yang hingga saat ini sudah memiliki 1.824 kilometer jalan tol.
Menurut Jokowi, ada beberapa hal yang membuat pembangunan jalan tol tidak selesai hingga bertahun-tahun, seperti pembebasan dan pengadaan tanah.
Selain itu, banyak tanah yang masih berkaitan dengan instansi atau hal-hal yang berkaitan dengan instansi seperti yang terjadi di tol Samarinda-Balikpapan.
Namun ia mengungkapkan saat ini sudah memegang kunci dari masalah tersebut.
"Kunci-kunci masalah kenapa sih jalan tol itu tidak pernah selesai bertahun-tahun."
"Ini kita sudah mengerti dan cara menyelesaikannya seperti apa kita mengerti betul karena lapangannya terus saya ikuti," ujar Jokowi.
Dengan dibangunnya sejumlah ruas tol, dia ingin nantinya akan ada titik-titik kawasan wisata yang dapat berkembang lebih baik, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus.
Kawasan-kawasn itu diharapkan akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru yang akhirnya membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. (TribunJateng.com/Woro Seto)