Berantas Jentik Nyamuk di Sekolah, Sudin Kesehatan Jakbar Libatkan Peran Jumantik Cilik

Nantinya, para jumantik cilik tersebut akan mendapat pembekalan dan pelatihan terlebih dahulu dari tenaga medis yang bekerja di puskemas

Berantas Jentik Nyamuk di Sekolah, Sudin Kesehatan Jakbar Libatkan Peran Jumantik Cilik
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengaktifkan kembali kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekolah.

Hal itu dilakukan mengingat anak usia sekolah yang mendertia demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 50 persen dari korban keseluruhan.

"Giat gerebek PSN di tatanan pendidikan tujuannya untuk menggerakan dan mengaktifkan kembali PSN disekolah sebagai bagian dari tujuh tatanan yg harus dilakukan pengendalian DBD, karena berdasarkan jumlah penderita DBD 50 persen adalah anak usia sekolah," tutur Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini, Jumat (8/2/2019).

Untuk itu, kata Weningtyas, pihaknya juga akan melibatkan para siswa untuk menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di sekolah masing-masing.

Nantinya, para jumantik cilik tersebut akan mendapat pembekalan dan pelatihan terlebih dahulu dari tenaga medis yang bekerja di puskemas.

"Jumantik sekolah atau jumantik cilik dilatih oleh puskesmas. Sistemnya puskesmas akan melakukan pembinaan kepada jumantik sekolah dan guru," kata Weningtyas.

Wakil Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Sebut 70 Kasus DBD Terjadi di Wilayahnya

VIDEO Serunya Edukasi Pemberantasan DBD Bareng Jumantik Berkostum Nyamuk

"Dan dievaluasi melalui pemantauan jentik setiap minggu yang laporannya akan dikirimkan kepada puskesmas, untuk dievaluasi dan monitoring oleh puskesmas dan jumantik RT juga lurah, dan camat," sambungnya.

Keberadaan jumantik cilik di setiap sekolah itu pun dinilai efektik lantaran dapat memutus perkembangbiakan nyamuk melalui kegiatan PSN.

Diketahui sebelumnya, Sudin Kesehatan Jakarta Barat juga gencar melakukan PSN di tujuh tatanan guna menekan angka penderita DBD.

Weningtyas menyebutkan, wilayah yang menjadi fokus PSN tersebut di antaranya ialah di wilayah permukiman, institusi pendidikan, perkantoran, tempat-tempat umum.

"Termasuk tempat penjualan makanan, sarana olahraga, dan sarana kesehatan," katanya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved