Faktor Udara Lembap, Wilayah Cilandak Cukup Banyak Ditemukan Kasus DBD

Kelembapan udara menjadi faktor meningkatnya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah Cilandak pada Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Kelembapan udara menjadi faktor meningkatnya kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.

Ketimbang tahun sebelumnya, kasus DBD di wilayah Cilandak lebih tinggi.

"Faktor pemicunya itu berdasarkan informasi dari bmkg maupun dari Dinas Kesehatan memang siklus kelembapan udara tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya," ungkap Camat Cilandak, Tomy Fudihartono kepada TribunJakarta.com pada Jumat (15/2/2019).

Kelurahan Pondok Labu menjadi penyumbang banyaknya penderita dbd se-Kecamatan Cilandak.

"Pondok Labu ini menjadi kasus dbd tertinggi di wilayah Cilandak. Wilayah itu meningkat. Di bulan februari sudah 2 kasus penderita dbd, bulan Januari kemarin sudah 5 kasus," lanjutnya.

Di awal tahun, kasus DBD di Kecamatan Cilandak sudah meningkat ketimbang tahun lalu.

Sederet Kandungan Ini Harus Ada Pada Pelembab Agar Kelembapan Wajahmu Tetap Terjaga

Antisipasi Penyebaran DBD, Gerebek Nyamuk Digelar di Sekitar Waduk Kampung Rambutan

Padahal tahun sebelumnya Cilandak menjadi kecamatan terendah kasus penderita DBD.

"Di bulan Januari 2018 lalu, penderita dbd hanya dua kasus. Kita juga peringkat ke-10 terkait kasus dbd di Jakarta Selatan saat itu," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved