164 Kasus DBD di Jakarta Selatan Selama Februari, Menurun Dibanding Januari 2019

Wali kota Jakarta Selatan Marullah Matali menjabarkan sebanyak 164 kasus demam berdarah terjadi di wilayahnya hingga 18 Februari 2019.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali usai jalani program PSN bersama warga di Gandaria Selatan pada Jumat (11/1/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wali kota Jakarta Selatan Marullah Matali menjabarkan sebanyak 164 kasus demam berdarah terjadi di wilayahnya hingga 18 Februari 2019.

Angka ini berpotensi menurun jika dibandingkan dengan bulan Januari lalu.

"Kalau dari grafik yang bulan kemarin udah jauh. Kemarin Januari 340 an lah kira-kira. Ini kan sudah melampui separuhnya februari," ungkap Marulah saat dikonfirmasi, Selasa (19/2/2019).

Marullah menjelaskan bahwa setidaknya ada 340 kasus demam berdarah sudah melanda Jakarta Selatan di bulan Januari lalu.

Ia menyimpulkan, bahwa kasus DBD bulan ini cenderung menurun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti engungkapkan bahwa faktor utama yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) kini kembali mewabah, salah satunya lantaran tingginya kelembapan udara.

Hal ini, dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Menurutnya, di musim penghujan ini kawasan Ibu Kota Jakarta memang rentan sekali dengan penyakit tersebut.

"DBD itu kan faktor utamanya bisa dipengaruhi perilaku cuaca. Jadi Januari-Maret itu adalah prediksi gambaran 3 bulan ke depan hasil pemodelan antara data yang kita punya 3 tahun terakhir dengan iklim yang dipunya BMKG. Artinya kalau prediksi kita harus waspada supaya ancang-ancang untuk antisipasi," kata Widyastuti, saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2019) lalu.

Widyastuti menjabarkan, ada tiga lokasi di wilayah Ibu kota yang menjadi titik paling diwaspadai terjangkit penyakit ini.

Lokasi tersebut adalah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Gejala demam berdarah sendiri, biasanya diawali dengan gejala-gejala seperti demam, nyeri otot hingga nyeri sendi.

Antisipasi DBD, Sudin Kesehatan Jakbar Instruksikan Warga Pelihara Ikan Pemakan Jentik Nyamuk

Bocah 7 Tahun di Kalideres Meninggal Diduga Terkena DBD

Selain itu, biasanya juga terdapat bintik atau ruam merah di kulit yang disertai dengan rasa mual dan nyeri ulu hati.

Penyakit ini, disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia.

Virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti atau Albopictus Betina yang terinfeksi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved