33 Murid SD di Depok Terjangkit Penyakit Kuning karena Tak Terapkan Perilaku Hidup Bersih

Penyebab 33 murid terjangkit penyakit kuning dipastikan bukan karena jajanan di lingkungan sekolah yang terkontaminasi bakteri berbahaya.

33 Murid SD di Depok Terjangkit Penyakit Kuning karena Tak Terapkan Perilaku Hidup Bersih
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita di Balaikota Depok, Rabu (20/2/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Penyebab 33 murid terjangkit Hepatitis A atau penyakit kuning dipastikan bukan karena jajanan di lingkungan sekolah yang terkontaminasi bakteri berbahaya.

Sebanyak 33 siswa dari 4 Sekolah Dasar (SD) yang terjangkit Hepatitis A pada awal Januari 2019 lalu

Hal ini dipastikan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok mengambil 34 sampel makanan dari pedagang kaki lima (PKL) lalu diuji di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP).

Kadinkes Kota Depok Novarita mengatakan murid SDN Mekarjaya 12, SDN Mekarjaya 30, SDN Sukamaju 6, dan SDN Sukamaju 9 terjangkit penyakit kuning karena tak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Hasil uji laboratoriumnya negatif. Jadi bukan dari jajanan di lingkungan sekolah, itu dari PHBS-nya. Di empat sekolah itu negatif semua, 33 anak yang terjangkit itu karena PHBS-nya," kata Novarita di Balaikota Depok, Rabu (20/2/2019).

Guna memastikan hal serupa tak terulang, Novarita mengimbau seluruh sekolah dan murid agar menerapkan PHBS, khususnya di lingkungan sekolah.

Sempat Ada Belasan Pasien Hepatitis A di Koja, Seluruhnya Berhasil Sembuh Akhir Tahun 2018

Penyebab Penyakit Kuning yang Serang Belasan Murid SDN Sukamaju 6 dan 9 Masih Misteri

Dia menegaskan bahwa ketersediaan sabun cuci tangan dan toilet yang memadai bagi murid merupakan hal wajib yang harus dikamar pihak sekolah.

"Itu tanggung jawab sekolah langsung yang menyiapkan. Menyiapkan sabun cuci, menyiapkan toilet juga harus banyak, 1:50. Jadi 1 toilet untuk 50 siswa," ujarnya.

Dinkes Depok sendiri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Depok guna mensosialisasikan PHBS di lingkungan sekolah.

Sosialisasi guna memastikan hal serupa tak terulang, pasalnya dalam kasus penyakitnya kuning ini Dinkes Depok menerapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) parsial.

"Dinkes hanya melakukan sosialisasi PHBS. Untuk sosialisasi kita kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Jajanan di empat sekolah aman," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved