Wali Kota Bekasi Angkat Bicara Soal Aksi Tawuran Pemuda yang Kian Marak

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menanggapi fenomena aksi tawuran pemuda yang kerap terjadi di wilayahnya.

Tayang:
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rahmat Effendi saat menghadiri acara dialog pemuda di Islamic Center Bekasi, Kamis, (21/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menanggapi fenomena aksi tawuran pemuda yang kerap terjadi di wilayahnya.

Menurut dia, tanggung jawab membentuk karakter anak-anak bangsa harus melibatkan semua pihak.

Upaya Pemerintah Kota Bekasi sejauh ini telah masif dilakukan dalam mengantisipasi aksi kejahatan atau kriminal.

Terlebih dengan pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota dengan giat patroli gabungan.

"Iya sama pak kapolres keliling terus, kalau sekarang anak-anak pada umur segitu sudah melakukan tindakan pidana yang luar biasa, ini kan ada fenomena yang artinya kan kita semua punya tanggung jawab untuk mendidik karakter bangsa ini. Bukan saja oleh saya selaku kepala daerah tapi semua," kata Rahmat saat dijumpai di Islamic Center Bekasi, Kamis (21/2/2019).

Dia juga tidak menapik adanya faktor pendidikan yang kurang, dimana, pemuda yang terlibat tawuran didominasi pemuda yang putus sekolah.

Pemkot dalam hal ini terus mengupayakan program pemdidikan gratis 12 tahun bagi warganya.

"Padahal kita sudah teriak-teriak jangan sampai ada anak di Kota Bekasi putus sekolah belum 12 tahun enggak sekolah," paparnya.

Selain itu, faktor lapangan pekerjaan juga jadi penyebab maraknya pemuda melakukan aktivitas lain yang melanggaran hukum.

Untuk itu, pemkot tengah mendorong agar keterlibatan pemuda untuk mengembangkan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Lapangan kerja kita lagi mempertimbangkan berbagai sektor untuk membuka sektor informal. Kalau cari-cari formal aja kan harus cari investasi-investasi yang seperti ini. Kalau informal kan kaya tadi UMKM, ada kelompok kerja rumah," kata pria yang akrab disapa Pepen.

Aksi tawuran kelompok remaja yang tergabung dalam gangster tengah marak terjadi di Kota Bekasi, hanya dalam waktu kurang lebih satu pekan, dua kasus tawuran terjadi dan menewaskan dua orang pemuda.

Aksi tawuran antar gangster sebelumnya sempat terjadi di daerah Jembatan Rawa Bambu, Bekasi Utara. Tawuran melibatkan dua kelompok, yakni Gengster Kampung Bayur Allstar dan Gengster Om Kali Allstar.

Tawuran terjadi pada, Minggu, 10 Februari 2019, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Akibat kejadian itu, satu orang remaja bernama M Ali Sadikin (17), tewas terkena luka bacok.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved