Tambora Challenge 2019: Gubernur NTB Minta Wild Card Untuk Pelari Lokal

 Perlombaan marathon yang diadakan oleh Kompas, Tambora Challenge 2019 – Lintas Sumbawa 320 Km akan dihelat pada 1-4 Mei 2019.

Tambora Challenge 2019: Gubernur NTB Minta Wild Card Untuk Pelari Lokal
Tribunnews/Abdul Majid
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkifliemansyah saat diwawancarai stelah menghadiri launching Kompas Tambora Challenge di Gedung TVRI, Jakarta, Minggu (24/2/2019).   

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Perlombaan marathon yang diadakan oleh Kompas, Tambora Challenge 2019 – Lintas Sumbawa 320 Km akan dihelat pada 1-4 Mei 2019.

Perlombaan lari terganas di Indonesia ini pun disambut baik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkifliemansyah karena menurutnya hal ini dapat menunjang sektor pariwisata khususnya di pulau Sumbawa.

Namun, di luar itu. Zulkifliemansyah juga mempunyai keinginan untuk mendongkrak bibit-bibit pelari asal NTB. Salah satunya dengan meminta slot khusus bagi pelari NTB untuk bisa mengikuti Tambora Challenge 2019.

“Nah, sekarang di NTB sendiri atletik itu adalah salah satu kontributor atlet cukup penting buat atlet Indonesia. Untuk itu dengan adanya event ini dilakukan di Sumbawa saya pikir ini tepat sekali karena akan memancing bakat-bakat alam untuk mendapat ekpose nasional,” kata Zulkifliemansyah setelah launching Tambora Challenge di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

“Saya juga mohon di ajang ini kita diberikan wild card untuk pelari lokal dan membuktikan karena mereka kadang-kadang tidak bisa ikut karena tidak tahu caranya. Kalau ada wild card saya kira mereka mampu berkompetisi dan akan menang. Mudah-mudahan panita bisa memberikan kesempatn untuk lima pelari NTB untuk  bisa ikut di ajang ini,” sambungnya.

Sementara itu, Budhi Sarwiadi sebagai penanggung jawab acara akan mempertimbangkan terlebih dulu lantaran ada kualfikasi yang harus dilakukan.

“Ya kalau soal itu nanti kita akan bicarakan lagi,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam perlombaan ini untuk kuota peserta, nantinya sebanyak 50 peserta yang dibagi menjadi 20 peserta untuk nomor individu dan 15 tim yang terdiri dari 2 peserta dalam kategori relay (putra-putri).

Lomba tahun ini akan lebih menantang dari yang sebelumnya. Pada 160 kilometer pertama, peserta akan melewati tepian pantai dengan medan yang cenderung datar pada 80 mdpl.

Diperkirakan suhu pada siang hari berkisar pada 42 derajat celsius dan malam pada 14 derajat celcius. Pada 160 kilometer berikutnya, lintasan akan cenderung naik menuju kaki Gunung Tambora. 

Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved