Breaking News:

Tak Ada Pasien DBD Meninggal, Wakil Wali Kota Puji Pelayanan RSUD Depok

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna bangga dengan RSUD Depok menangani ratusan pasien DBD yang melonjak sejak awal Januari 2019.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna di Bumi Wiyata Depok, Senin (25/2/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna bangga dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok menangani ratusan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melonjak sejak awal Januari 2019.

Pasalnya tak ada pasien DBD yang meninggal dalam perawatan, pun dua terduga penderita DBD yang meninggal tak dirawat di RSUD Depok, melainkan RS swasta.

"Catatan, di RSUD tidak ada yang wafat. Itu saya cukup bangga sekali dengan RSUD. Kalau informasi terakhir per Januari, rujukan yang ditangani di RSUD Depok 200 lebih," kata Pradi di Hotel Bumi Wiyata Depok, Senin (25/2/2019).

Pradi sendiri berharap penderita DBD di Depok yang sempat jadi terbanyak se-Provinsi Jawa Barat tak bertambah, terlebih sampai merenggut korban jiwa.

Di musim hujan yang belum diketahui kapan berakhir, Pemkot Depok sendiri masih menetapkan status siaga dalam penanganan DBD.

"Walaupun masih ada satu dua kali hujan Insya Allah tertangani. Sekarang ini jumlah pasien sudah berkurang, di RSUD sudah banyak yang diperbolehkan pulang," ujarnya.

Kadinkes Kota Depok Novarita mengatakan Dinkes Depok belum dapat memastikan sebab dua terduga pasien DBD yang meninggal awal Januari lalu.

Menurutnya Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan Dinkes Depok belum membuahkan hasil karena 2 RS yang menangani korban tak memiliki riwayat penyakit rinci korban.

"Belum, dari RS yang kita minta kronologisnya belum bisa dipastikan. Data RS-nya enggak lengkap. Setiap ada kasus kan kita minta kronologisnya seperti apa, nah belum ada jawaban dari RS yang bersangkutan untuk menjawab ini," ucap Novarita.

Awal Tahun Ini, RSUD Cengkareng Kebanjiran Pasien DBD

Antisipasi Penyebaran DBD, Wali Kota Jakarta Timur Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Susukan

Sebagai informasi, per Januari 2019 tercatat 504 kasus DBD dengan 63 di antaranya merupakan terduga penderita, jumlah tersebut melonjak bila dibanding tiga tahun sebelumnya.

Di tahun 2016, tercatat 2.834 penderita DBD, tahun 2017 tercatat 535, dan tahun 2018 tercatat 892 dengan korban jiwa sebanyak satu orang.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved