Kisah Haru Ayah Ambil Ijazah Putrinya di UIN Ar-Raniry yang Meninggal 13 Hari Setelah Ujian Skripsi
Bukhari mendapat perhatian, ia mengantre di antara para wisudawan sarjana UIN Ar-Raniry untuk mengambil ijazah putrinya, yang meninggal 5 Februari.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Erlina Fury Santika
TRIBUNJAKARTA.COM, ACEH - Sungguh kebahagiaan orangtua bisa menghadiri wisuda anaknya yang telah menghabiskan sekian tahun demi mendapatkan gelar sarjana.
Dari sekian mahasiswa bertoga yang naik ke panggung untuk menerima ijazah bergelar sarjana, seorang pria berpeci menjadi perhatian, Bukhari namanya.
Wajah bahagia menyelimuti para mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Aceh, Rabu (27/2/2019).
Satu per satu mahasiswa yang diwisuda dipanggil oleh pembawa acara untuk menaiki panggung dan menerima ucapan selamat dari Rektor UIN Ar Raniry, Prof Warul Walidin.
Sang rektor ditemani jajaran pembantunya.
Setelah semua wisudawan mendapat giliran naik ke panggung, pembawa acara memanggil nama Rina Muharrami, mahasiswi Program Studi Pendidikan Kimia.
Bukan mahasiswa yang disebut yang naik ke panggung, tapi ayahnya Bukhari yang hari itu berpeci hitam, berkemeja lengan panjang warna abu-abu dan celana khaki.
Bukhari ikut dalam barisan mahasiswa yang diwisuda. Ia pula ikut mengantre.
"Rina Muharrami, lahir 16 Mei 1996. Meninggal karena sakit 5 Februari 2019. Ijazah diterima oleh ayahnya," ucap sang pembawa acara terdengar dari pelantang suara.
Rupanya kehadiran Bukhari di panggung untuk mewakili putrinya yang meninggal karena terserang tifus.
• Pendaftaran UTBK Dibuka Mulai Besok 1 Maret, Catat Jadwal dan Persyaratannya!
• 4ICU Rilis 10 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia, UGM Peringkat Pertama
Spontan, mereka yang hadir di ruang berlangsungnya wisuda bertepuk tangan, menyampaikan dukungan kepada ayah almarhumah Rina.
Momen detik-detik Bukhari naik ke panggung, menerima langsung ijazah dari Rektor UIN Ar-Raniry terekam dan videonya diunggah di akun Instagram @uin_arraniry_official.
Bukhari menyalami Rektor Prof Warul Walidin lalu menyempatkan berbicara.
Tak sedikit yang hadir dari dosen, mahasiswa dan tamu undangan menangis melihat Bukhari yang sudah mendekap ijazah putrinya dipeluk sang rektor dan jajarannya.
Sang rektor dan jajarannya sempat memeluk Bukhari.
Namun, tak ada air mata yang Bukhari tumpahkan saat menerima ijazah putrinya. Ia tegar dan melangkah tegap turun menjauhi panggung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bukhari-ambil-ijazah.jpg)