Tuntut Kompenasasi, Warga Tutup TPS Burangkeng Bekasi

Penutupan dilakukan untuk menuntut kejelasan nasib warga yang terkena dampak TPA selama puluhan tahun.

Tuntut Kompenasasi, Warga Tutup TPS Burangkeng Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Spanduk penutupan TPA Burangkeng yang dilakukan warga menuntut kompensasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin, (4/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menutup operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Penutupan dilakukan untuk menuntut kejelasan nasib warga yang terkena dampak TPA selama puluhan tahun.

"Jadi kita warga Desa Burangkeng menutup TPA bukan tanpa alasan, hampir 23 tahun TPA berdiri, tidak pernah menerima kompensasi apapun dari Pemda (pemerintah daerah)," kata Ali Gunawan, Ketua Tim 17 Desa Burangkeng, Senin, (4/3/2019).

Ali menejelaskan, penutupan TPA kali ini merupakan hasil kesepakatan bersama dengan seluruh unsur warga desa. Hasil kesepakatan itu muncul usai pertemuan yang dilakukan di kantor Desa Burangkeng, pada, 18 Februari 2019 lalu.

"Dari pertemuan itu terbentuk Tim 17, dari Tim itu kita sepakat mengirim surat penutupan TPA Burangkeng kepada Pemda dan DPRD," ungkapnya.

"Berapa kali kami melakukan aksi tapi belum pernah dapat respon yang positif dari pemerintah daerah, kami sepakat hari ini TPA dihentikan aktivitasnya sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan," tambahnya.

Adapun terkait tuntutan kompensasi yang diharapkan warga, Ali mengatakan, pemerintah harusnya dapat lebih bijak menyikapi permasalahan TPA Burangkeng. Warga kata dia, hanya meminta pemerintah memberikan perhatian lebih.

Fahri Hamzah: PKS dengan Jokowi Lebih Dekat

"Kalau bicara dampak bukan warga kampung Jati aja, tapi seluruh masyarakat Desa Burangkeng, hampir 10 ribu warga, tidak ada tindakan dari pemerintah untuk membantu baik infrastruktur atau apapun, tapi tidak ada niat dari pemda untuk memberikan kompensasi," jelas dia.

Pantauan TribunJakarta.com, penutupan dilakukan warga dengan cara memasang spanduk penutupan di pintu masuk kantor Unit Pelaksana Teknis Dianas (UPTD) TPA Burangkeng.

Warga juga menyegel lokasi timbangan muatan kendaraan yang biasanya dilintasi truk sampah ketika hendak memasuki kawasan TPA. Ali menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan penutupan sampai ada kesempatan dari pemerintah daerah terkait keberadaan TPA Burangkeng dan nasib warga desa yang terkena dampak kedepannya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved