Pileg 2019

Tak Kesampaian Jadi Kepala Desa, Pedagang Cakwe Keliling Nekat Jadi Caleg dengan Modal Rp250 Juta

Saat itu, dengan modal seadanya, Nur Wahid membuat gerobak cakwenya sendiri dan mendapatkan ilmu membuat cakwe dari seorang sepupu.

Tak Kesampaian Jadi Kepala Desa, Pedagang Cakwe Keliling Nekat Jadi Caleg dengan Modal Rp250 Juta
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra 

Jatuh bangun memulai usaha sempat ia rasakan, dia yang kala itu membuat cakwe tanpa resep khusus, hanya membuat sekedarnya saja menjadikan dagangan cakwe kurang begitu diminati.

Sampai suatu ketika, dia bertemu dengan seorang pembeli, dari situ dia mendapatkan ilmu membuat cakwe yang enak dan diminati banyak orang.

"Saya ketemu pembeli orang Cina, dia dulu sempet jualan cakwe juga, waktu pas dia beli cakwe saya, dia bilang cakwe buatan saya kurang mengembang, kuah sambelnya juga kurang sedap, akhirnya dia ajarin resepnya dan saya praktikkan," ungkap Nur Wahid.

Dua tahun kemudian, tepatnya 1994, usaha Cakwe Nur Wahid kian diminati banyak pelanggan, ia berjulan dari tempat satu ke tempat lainnya terus sampai ia benar-benar menggeluti bisnis cakwe yang kemudian ia berinama 'Cakwe Hueboh'

Dia penghujung tahun 1999an, Nur Wahid mulai sedikit demi sedikit mengembangkan sayap bisnisnya dengan memperkerjakan orang sebagai karyawannya. Nur Wahid memberikan modal berupa gerobak dan diajari resep membuat cakwe.

"Sampai tahun 2000an, saya udah punya 12 gerobak cakwe, dengan memperkejakan 12 karyawan," jelas dia.

Nur Wahid Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang merupakan pedagang cakwe keliling.
Nur Wahid Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang merupakan pedagang cakwe keliling. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Mulai 2001, Nur Wahid membeli rumah di daerah Kaliabang, Bekasi Utara, dari situpula dia merintis usaha cakwe, kini enam gerobak cakwe beroperasi di daerah Cakung sedangkan enam gerobak lainnya beroperasi di kawasan Bekasi Utara.

"Jadi saya sediakan gerobak, karyawan yang jualan, mereka yang buat sendiri cakwenya, belanja segala macem, resep saya yang ajarin, setiap hari mereka setor ke saya Rp 100 ribu," papar Nur Wahid.

Awal mula terjun ke dunia politik kata Nur Wahid juga karena usaha cakwe yang ia jalani.

Suatu ketika, Nur Wahid kerap berjulan di acara-acara Majelis Tabligh Akbar, dari situ, ia mulai banyak kenal dengan warga Bekasi.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved