Breaking News:

Banyak Penderita DBD, Wali Kota Jakarta Timur Sindir Camat Pasar Rebo dan Lurah Kalisari

Khusus untuk Lurah Kalisari, Anwar menginstruksikan agar berkoordinasi dengan Lurah Palsi Gunung Selatan dalam penanganan DBD

Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Wali Kota Jakarta Timur M Anwar menyindir Camat Pasar Rebo dan Lurah Kalisari bahwa mereka bakal mendapat penghargaan sebagai Camat dan Lurah terburuk di Provinsi DKI Jakarta.

Sindiran terkait jumlah penderita DBD di Kecamatan Pasar Rebo dan Kelurahan Kalisari dilontarkan kala dia memantau pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M plus di RW 02.

"Ada 28 kasus di Kelurahan Kalisari, se-Kecamatan 105 kasus. Berarti Camat dan Lurahnya the best ini, dapat penghargaan nanti. Yang terburuk mungkin, mudah-mudahan sih enggak ya,"kata Anwar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019).

Anwar menuturkan kunjungannya bertujuan memotivasi Camat, Lurah, dan seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Pasar Rebo agar memberangus populasi nyamuk Aedes Aegypti.

Dia meminta para Camat dan Lurah turun langsung ke masyarakat dan mengimbau warga bahaya penyakit DBD yang kini sudah merenggut satu nyawa warga Kelurahan Utan Kayu Utara, Matraman.

Suami Bunuh Istri di Bekasi, Pelaku Dikenal Pendiam

35 Lembar Surat Suara Pemilu 2019 yang Diterima KPU Kepulauan Seribu Rusak

"Pastikan di wilayah kita bersih jentik nyamuk dan mengurangi angka DBD. Yang tadi 28 mungkin bisa jadi 15,atau bulan depan habis total di sini. Ajak warga untuk ber-PHBS, di lingkungan, di rumah," ujarnya.

Khusus untuk Lurah Kalisari, Anwar menginstruksikan agar berkoordinasi dengan Lurah Palsi Gunung Selatan dalam penanganan DBD di RW 02 Kelurahan Kalisari.

Pasalnya dua Kelurahan itu berbatasan sehingga Anwar khawatir nyamuk Aedes Aegypti dari Kelurahan Palsi Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Depok berpindah lalu menjangkiti warganya.

"Karena sebelah itu adalah Depok. Saya perintahkan pak Lurah, RW koordinasi supaya sama-sama melakukan ya sama. Jangan sampai kita bersih nyamuknya pindah dari sana ke sini," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved