Andi Arief Terjerat Narkoba

RSKO Jelaskan Hasil Tes Urine Andi Arief yang Beredar di Media Sosial

RSKO Jakarta Timur angkat bicara terkait dokumen hasil pemeriksaan urine Andi Arief yang banyak beredar di media sosial pada Sabtu (9/3/2019).

RSKO Jelaskan Hasil Tes Urine Andi Arief yang Beredar di Media Sosial
TribunJakarta.com/Bima Putra
Jumpa pers pihak RSKO Jakarta Timur, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta Timur angkat bicara terkait dokumen hasil pemeriksaan urine Andi Arief yang banyak beredar di media sosial pada Sabtu (9/3/2019).

Dirut RSKO dr Azhar Jaya mengatakan pihaknya tak memiliki kapasitas membenarkan atau menyalahkan berkas hasil pemeriksaan yang dilakukan Politikus Demokrat itu.

Azhar menuturkan Rumah Sakit dilarang membuka rekam medik pasien karena diatur dalam UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit secara sembarangan.

"Saya tidak dalam kapasitas memastikan hasil pemeriksaan benar atau tidak, tapi tanyakan kepada beliau (Andi Arief). Dalam UU Rumah Sakit Nomor 44 tahun 2009, bahwa pemeriksaan itu bagian dari rekam medik. Dan itu harus dilindungi," kata Azhar di RSKO Jakarta Timur, Senin (11/3/2019).

Azhar menjelaskan rekam medik hanya dapat diberikan ke pihak keluarga pasien dan pihak berwenang bila diminta untuk kepentingan proses hukum.

Perihal apa langkah mengunggah hasil pemeriksaan ke media sosial salah, Azhar menyebut hal itu merupakan tanggung jawab pribadi pihak.

"Tidak ada aturan hukum yang mengatur tapi istilahnya menjadi tidak rahasia lagi. Karena beliau sudah menyampaikan ke publik dan itu menjadi tanggung jawab beliau pribadi," ujarnya.

Secara medis, Azhar menjelaskan kandungan sabu dalam urine pemakaian dapat bertahan selama dua hari setelah pengguna mengkonsumsi sabu.

Pekan Depan, Andi Arief Kembali Datangi RSKO Jakarta Timur

Andi Arief Mulai Direhabilitasi di RSKO Jakarta Timur

Lewat dari jangka waktu tersebut, hasil tes urine seorang penyalahguna narkotika kemungkinan besar dinyatakan negatif meski sebelumnya positif.

"Sabu hanya bisa deteksi dalam rapid tes urine hanya satu, dua hari setelah dia pemakaian terakhir. Kalau sudah lewat dari hari itu, hari kelima, keenam, ketujuh. Kemungkinan tidak terdeteksi dan hasilnya negatif," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved