Andi Arief Mulai Direhabilitasi di RSKO Jakarta Timur

Didampingi tim pengacara dan sejumlah penyidik Unit Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Andi tiba sekira pukul 15.00 WIB

Andi Arief Mulai Direhabilitasi di RSKO Jakarta Timur
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan RSKO Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Setelah menyambangi Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (6/3/2019) lalu Andi Arief kini mendatangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur guna menjalani rehabilitasi.

Didampingi tim pengacara dan sejumlah penyidik Unit Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Andi tiba sekira pukul 15.00 WIB dan langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat RSKO.

"Hari ini prosesnya sudah dimulai, administrasi pendaftaran pemeriksaan fiaik maupun psikis menindaklanjuti rekom BNN rawat jalan," kata satu pengacara Andi, Irwin Idrus di RSKO, Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019).

Meski tak dapat memastikan berapa lama politikus Demokrat itu menjalani rehabilitasi, Irwin berharap proses rehabilitasi kliennya tak berjalan lama.

Terpisah, satu kuasa hukum lainnya Dedi Yahya menyebut Andi berangkat menuju RSKO Jakarta Timur sekira pukul 14.30 WIB dari lokasi yang enggan dia sebut.

"Sudah berangkat setengah jam lalu berangkat dari Jakarta lah pokoknya. Saya lagi di Palembang, tapi ada tim pengacara mendampingi," ujar Dedi.

Sebelumnya, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah BNN Riza Sarasvita mengatakan ketiadaan barang bukti membuat asesmen bisa langsung dilakukan meski hasil tes urine positif.

Cerita Ikhsan dan Windi, Bawa 2 Anaknya ke Sleman Demi Kenalkan Persija Jakarta Sejak Balita

"Dari hasil asesmen kami melihat saudara AA perlu dilakukan rehabilitasi medis dan ovservasi lebih lanjut atas kemungkinan gejala putus zat," kata Riza di Kantor BNN, Rabu (6/3/2019).

Gejala putus zat yang dimaksud Riza yakni saat pengguna narkoba berhenti mengkonsumsi narkoba hingga timbul sejumlah gejala klinis yang perlu diobservasi.

Secara medis, Riza menjelaskan sabu termasuk narkotika yang memiliki efek cukup lama di tubuh sehingga efek putus zat tak langsung tampak saat berhenti mengkonsumsi.

"Ada gejala-gejala klinis yang perlu diobservasi lebih lanjut. Belum tentu langsung muncul di hari pertama atau kedua, bisa di hari ketiga, keempat, dan seterusnya," jelas dia.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved