Kisah Tukang Sol Sepatu Keliling, Odi Bersyukur Dapat Rp 50 Ribu Sehari
Di bawah pohon besar yang berada di pinggir Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Odi (60) beristirahat dari teriknya matahari.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Di bawah pohon besar yang berada di pinggir Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Odi (60) beristirahat dari teriknya matahari.
Duduk di kursi kecilnya yang selalu ia bawa, tukang sol sepatu keliling ini memilih beristirahat sejenak sampai menunggu adzan zuhur berkumandang.
Sebab, sudah sejak Pukul 08.00 WIB ia berkeliling dari rumahnya di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat hingga ke wilayah Kebon Jeruk namun belum jua ada satu pun yang menggunakan jasanya.
Kendati begitu, Odi tetap berpikir positif bahwa memang saat ini belum rezekinya.
Karenanya, ia memilih untuk beristirahat sejenak sembari menunggu adzan zuhur sebelum kemudian kembali berkeliling.
"Ya namanya rezeki kan sudah ada yang atur. Kalau nanti udah rezekinya mau gimana juga ada aja," kata Odi sewaktu berbincang dengan TribunJakarta.com, Selasa (12/3/2019).
Sebagai tukang sol sepatu saat ini diakui Odi memang jauh dari mencukupi. Pekerjaan sepertinya seolah sudah dilupakan orang.
Namun karena tak memiliki keterampilan lain, Odi yang sudah lebih dari 20 tahun menggeluti profesi ini tetap setia menjalaninya.
Untuk jasa mensol sepatu, Odi mematok tarif Rp 15-20.000 per sepatu.
Selain itu, ia juga membawa sepatu kulit bekas yang telah ia perbaiki untuk dijual kepada siapapun yang tertarik membelinya.
"Ini sepatu kulit asli, sudah saya sol lagi, saya jual Rp 100 ribu kalau ada yang mau," katanya.
• VIDEO Berikan Semangat Positif Tukang Sol Sepatu Ini Tuliskan Kalimat Inspiratif di Gerobaknya
• Tukang Sol di Pasar Minggu Sebarkan Kalimat Inspiratif Lewat Tulisan di Gerobak
Dalam sehari, Odi mengaku sangat bersyukur bila mampu mendapatkan uang Rp 50.000. Sebab tak jarang dirinya mendapatkan uang kurang dari nominal tersebut.
"Rata-rata dapat Rp 50.000 mas, itu juga sudah syukur alhamdulillah yang penting bisa buat makan," kata Odi yang tinggal seorang diri di Jakarta sementara keluarganya berada di Garut, Jawa Barat.