Breaking News:

2.883 Warga Ibu Kota Terjangkit DBD Sepanjang Tahun 2019

Widyastuti mengaku akan melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah rawan terjangkit DBD selain melakukan tindak pencegahan di rumah-rumah.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 2.883 kasus penyakit demam berdarah terjadi di wilayah Ibu Kota sepanjang tahun 2019.

Menurut data yang diterima dari dinas kesehatan DKI Jakarta, 2.883 kasus tersebut terjadi mulai dari bulan Januari, Februari, hingga 12 Maret 2019 kemarin.

"Kami temukan yang paling banyak adalah anak-anak diusia SD dan SMP. Gigitan nyamuk, rata-rata terjadi pada jam 10.00 WIB. Jadi kita khawatir dan patut diduga kalau ada kemungkinan (gigitan nyamuk) terjadi disekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/3/2019).

Menurut Widyastuti, banyak kasus DBD yang menyerang anak-anak di usia sekolah.

Meski tak menutup kemungkinan apabila gigitan nyamuk terjadi di rumah saat hari libur, namun ia menduga bahwa lingkungan sekolah juga bisa terjadi penimbunan sarang nyamuk hingga patut diwaspadai.

"Kami sedang memproses pemetaan sekolah-sekolah rawan (DBD). Dan kalau kita temukan bahwa disekolah itu positif, kita akan lakukan fogging," katanya.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang terinfeksi.

Satu Orang Warga DKI Meninggal Dunia Akibat DBD

Waspada Wilayah Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang

Gejala penyakit ini biasanya diawali dengan demam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik merah/ruam di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati, pada kasus yg parah dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan.

Dari data yang diperoleh, 2.883 kasus DBD tersebut, 989 kasus diantaranya telah terjadi di bulan Januari, 1.564 di bulan Februari, dan 330 kasus terjadi pada tanggal 1 Maret hingga 12 Maret 2019 kemarin.

Atas kasus ini, Widyastuti mengaku akan melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah rawan terjangkit DBD selain melakukan tindak pencegahan di rumah-rumah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved