Warga Watu Bonang Termakan Isu Kiamat: Jual Aset Murah, Persenjatai Diri Hadapi Huru-hara

Isu kiamat empat tahun lagi membuat warga Watu Bonang pindah ke Malang. Bakal muncul perang Ramadan kali ini, sehingga mereka membeli senjata tajam.

Tayang:
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Erik Sinaga
Surabaya.Tribunnews.com/Rahadian Bagus
Rumah milik warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, yang dijual Rp 20 juta karena pindah ke Malang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PONOROGO - Isu kiamat empat tahun lagi mendorong warga Desa Watu Bonang, Kabupaten Ponorogo, nekat menjual rumah dan hewan ternaknya.

Harga rumah dan tanah yang dijual sebesar Rp 20 juta. Ada juga warga yang mempercayai isu kiamat itu menjual kandang dan sapi ternak sebesar Rp 8 juta.

Desa Watu Bonang adalah daerah tandus dan miskin. Sebagian besar mereka petani dengan mengandalkan air tadah hujan.

Sebanyak 52 warga Desa Watu Bonang secara serentak sudah pindah ke pondok sang kiai di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang sejak sebulan lalu.

Berikut sejumlah fakta di balik isu kiamat semakin dekat sehingga warga Desa Watu Bonang menjual murah rumah, tanah dan ternaknya.

Huru-hara saat Ramadan

Menjelang kiamat, isu dibumbui jika pada Ramadan yang akan datang akan ada huru-hara atau perang.

Sehingga jemaah diminta membeli pedang kepada kiai seharga Rp 1 juta.

"Bila tidak membeli pedang diminta menyiapkan senjata di rumah. Ini tidak masuk semua," kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rabu (13/3/2019).

Ipong mengatakan pengikut sang kiai tidak hanya dari Ponorogo tapi juga dari berbagai kabupaten di Jawa Timur.

"Tak hanya pindah, rumahnya juga sudah dijual tetapi ada yang belum laku," kata Ipong.

Bupati Ipong dan instansi terkait sudah mencegah, membina, agar warga tidak termakan isu tersebut kemudian pindah ke Malang.

"Tetapi mereka sudah terlanjut yakin dan jatuh cinta jadi ya susah," beber Ipong dilansir Surya, Rabu (13/3/2019) siang.

"Mereka yakin dunia ini akan kiamat dan kalau ikut kiai dari Kasembon Malang itu, nanti seperti kisah Nabi Nuh, mereka tidak ikut kiamat," sambung Ipong.

Pemkab Ponorogo akan berkoordinasi dengan MUI dan ormas keagamaan untuk turun membina masyarakat lainnya agar tidak terpengaruh.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved