Sosok Alexandre Bissonnette, Nama yang Tertera di Senjata Api Penembak Jamaah Masjid Selandia Baru

Berikut profil Alexandre Bissonate. Seorang penembak jamah masjid di Quebec beberapa waktu lalu yang namanya tertera pada senjata api penembak jamaah.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Kompas.com
Ilustrasi 

Diperkirakan lebih dari 50 orang berada di dalam masjid tersebut.

Akibat penembakan tersebut, enam oraang tewas sementara lima orang lainnya mengalami luka.

 

Setelah melakukan penembakan tersebut, Bissonete melarikan diri menggunakan mobil Mitsubishi miliknya.

Ia kemudian menelepon 911 dan membuat pengakuan.

Seniman Minang dan Anaknya Korban Teroris di Selandia Baru: Paru-paru Bocor dan Kaki Tertembak

Sederet Fakta Tragedi Penembakan Jamaah Salat Jumat di Selandia Baru

Pihak kepolisian menemukan dua senapan dan AK-47 pada mobil yang ditumpangi Alexander Bissonnatte tersebut.

Mengutip dari Dailymail, Alexander Brissonate merupakan mahasiswa ilmu politik dan antropologi di Universitas Laval.

Ia disebut sebagai sosok yang penyendiri.

Teman-teman sekelas Alexander Brissonnatte menceritakan sosok Brissonnatte yang penyendiri.

Alexander Brissonnnate juga disebut sebagai sosok yang mengidokan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ia bahkan disebut tidak pernah menunjukkan sisi kekerasan atau perlawanan dalam pertemanannya.

Sebuah sumber dikutip Tribunnews dari Dailymail mengatakan Alexander Bissonnatte konservatif dalam pengertian politik.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, Alexander Brissonnatte tidak menunjukkan bahwa ia adalah orang yang tampak seperti teroris.

Teman-teman kuliah Bissonate juga menyebut jika ia tak pantas berada di universitas.

Selain mengidolakan Donald Trump, Alexandre Bissonnatte juga pro terhadap Marine Le Pen seorang pemimpin politikus asal Prancis.

Le Pen menentang migrasi lantaran menganggap migrasi besar terutama muslim Afrika Utara akan menggantikan peradaban Prancis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved