DBD Renggut 2 Nyawa, Pemprov DKI Jakarta Sebut Tak Kekurangan Tenaga Medis Tangani Pasien

Rasio penanganan pasien ini berlaku sama di seluruh RS, namun yang jadi kendala adalah komplikasi penyakit yang diderita pasien DBD tersebut.

DBD Renggut 2 Nyawa, Pemprov DKI Jakarta Sebut Tak Kekurangan Tenaga Medis Tangani Pasien
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia di Lapas Narkotika Cipinang, Senin (18/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut seluruh pasien demam berdarah dengue (DBD) yang masih dirawat inap mendapat penanganan medis yang tepat dari pihak Rumah Sakit (RS).

Meski hingga pertengahan Maret tercatat 2.883 kasus, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan tak ada RS yang kekurangan perawat dan dokter.

"Untuk tenaga medis cukup. Kalau pasien DBD yang di ruang ICU itu ditangani satu perawat. Jumlah perawat untuk satu pasien tergantung kondisi dan kemandirian pasien," kata Dwi di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).

Idealnya, Dwi menuturkan satu perawat dapat menangani enam hingga delapan pasien DBD yang kondisinya tidak terlalu buruk atau sedang mengalami fase kritis.

Waspada, Sudah Dua Warga Jakarta Timur Meninggal Terserang DBD

Rasio penanganan pasien ini berlaku sama di seluruh RS, namun yang jadi kendala adalah komplikasi penyakit yang diderita pasien DBD tersebut.

"Salah satu yang susah diidentifikasi dari awal kalau terjadi komplikasi berat. Jadi DBD menyebabkan gejala berat dan penurunan kondisinya cepat sekali," ujarnya.

Dalam kasus DBD, hari keempat hingga keenam saat pasien atau pada saat demam mulai turun disebut Dwi kerap jadi fase kritis bagi pasien karena dapat mengalami syok.

Bila tak ditangani secara cepat, syok yang dialami pasien dapat berakhir kematian seperti yang dialami dua warga Jakarta Timur korban DBD.

Diduga karena DBD, Seorang Ibu Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat di Tangerang Selatan

"Memang pada fase kritis itu tiba-tiba langsung menurun dengan cepat sekali kondisi pasiennya. Jadi dikejar dengan terapi, infus sampai dua jalur kemungkinan bisa sampai tidak tertolong," tuturnya.

Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga pertengahan Maret, di Jakarta Timur ada 844 kasus, Jakarta Barat 828 kasus, Jakarta Selatan 797 kasus, Jakarta Utara 224 kasus, Jakarta Pusat 168 kasus, dan Kepulauan Seribu 2 kasus DBD.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved