Diduga karena DBD, Seorang Ibu Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat di Tangerang Selatan

Selama di ICU, kondisinya naik turun. Bahkan Suhandi sempat bisa berbicara normal dengan istrinya.

Diduga karena DBD, Seorang Ibu Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat di Tangerang Selatan
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, SETU - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban jiwa di kelurahan Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (15/3/2019).

Ati (51) meninggal dunia setelah dirawat selama tiga malam di Puskesmas, dan sembilan hari di RSU Tangsel.

"Pas trombositnya 60.000 dibawa ke RSU," ujar Suhandi, suami almarhum.

Suhandi mengatakan, selama di RSU Tangsel, istrinya langsung dimasukkan ke ruang ICU.

Selama di ICU, kondisinya naik turun. Bahkan Suhandi sempat bisa berbicara normal dengan istrinya.

"Naik turun, pernah sudah mendingan sudah bisa ngomong seperti biasa," ujarnya.

Satu Warga RW 01 di Kelurahan Jembatan Besi Diduga Terjangkit DBD

Kondisi tubuhnya, dinbagian belakang, punggung, keluar bintik merah. Kepada Suhandi, dokter yang merawat istrinya mengatakan hal itu tanda baik.

"Keluar bintik merah di sini (menunjukkan punggung), katanya sih bagus dari pada sakit di dalam," ujarnya.

Namun kondisi membaik itu tidak ada artinya, karena ia harus kehilangan teman hidup untuk selama-lamanya, tepat pukul 05.30 WIB hari ini.

Curhat Kader Jumantik di Kelurahan Jembatan Besi: Ada Warga yang Takut Dikira Minta Sumbangan

Jenazah Ati disalatkan senelum waktu salat Jumat, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumahnya.

Jika ditambahkan data Dinas Kesehatan sebelumnya, Ati merupakan korban jiwa ke-tiga meninggal akibat virus yang ditularkan nyamuk Aides Aigypti itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved