Pelebaran Jembatan Kali Caglak Cibubur Masih Tunggu Kabar Pemprov DKI Jakarta

Meski Jembatan Kali Caglak tak terlampau besar, Sapto menuturkan kegiatan pelebaran merupakan wewenang Pemprov DKI Jakarta.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erlina Fury Santika
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kemacetan di Jembatan Kali Caglak, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lurah Cibubur Sapto Tjahyadi mengatakan belum mengetahui pasti kapan Jembatan Kali Caglak di Jalan Lapangan Tembak Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang usul pelebaran mencuat sejak delapan tahun lalu terealisasikan.

Meski Jembatan Kali Caglak tak terlampau besar atau lebarnya hanya muat dilintasi dua mobil, Sapto menuturkan kegiatan pelebaran merupakan wewenang Pemprov DKI Jakarta.

"Pelebaran Jembatan Kali Caglak wewenang Pemprov, jadi untuk pastinya kapan akan dilebarkan silakan konfirmasi langsung ke sana. Kalau usulan pelebaran memang sudah lama diajukan, pas Musrembang Kelurahan juga dibahas," kata Sapto di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019).

Pun tak mengetahui pasti kapan jembatan yang beken karena kemacetannya itu dilebarkan, Sapto mendapat informasi kalau kegiatan akan dilaksanakan tahun ini.

Namun dia mengaku tak mengetahui pasti berapa anggarannya yang digelontorkan dan sudah sejauh apa Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya sudah beres dibuat.

"Informasinya memang akan dilebarkan tahun ini, tapi saya enggak tahu kapan waktunya. Perencanaannya sudah sejauh apa saya juga belum tahu, belum ada surat tembusan resmi," ujarnya.

BNNK Jakut Akan Terapkan Program Rehabilitasi di 17 Kelurahan Rawan Peredaran Narkotika

Gerakan Magrib Mengaji Resmi Diluncurkan Pemkot Jakut Hari Ini

Selain pelebaran Jembatan Kali Caglak, kegiatan fisik yang di wilayah Kelurahan Cibubur yang sifatnya mendesak yakni pembangunan turap di sepanjang Kali Cipinang.

Selain karena banjir, Santo menyebut ketiadaan turap membuat wilayah bantaran Kali Ciliwung rawan longsor, terlebih ada sejumlah permukiman warga yang melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS).

"Yang mendesak itu pembangunan turap di Kali Cipinang, sudah masuk dalam Musrembang. Memang ada warga yang rumahnya melanggar GSS, tapi enggak banyak, hanya beberapa," tuturnya.

Kemacetan di Jembatan Kali Caglak sendiri sekarang kian memburuk karena adanya kegiatan galian PLN di sepanjang Jalan Lapangan Tembak yang belum diketahui kapan berakhir.

Jembatan Kali Caglak sendiri merupakan akses utama menuju ke berbagai lokasi dan fasilitas, di antaranya sekolah, rumah sakit, dan pasar sehingga banyak dilintasi pengendara bermotor.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved