Serunya Berburu Barang Antik di Jalan Surabaya Menteng
Begitu masuk ke Jalan Surabaya, ratusan kios menyambut dengan pesona klasiknya. Beragam barang antik nan unik tampak dipajang di kios-kios itu.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erlina Fury Santika
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sejak tahun 70-an, Jalan Surabaya selalu identik dengan pasar barang antik.
Kini, jalan yang berada tak jauh dari Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat ini telah menjadi destinasi wisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara.
TribunJakarta.com siang ini berkunjung ke Jalan Surabaya, melihat deretan barang antik yang dijual di sepanjang jalan tersebut.
Begitu masuk ke Jalan Surabaya, ratusan kios menyambut dengan pesona klasiknya. Beragam barang antik nan unik tampak dipajang di kios-kios sepanjang jalan tersebut.
Mulai dari patung, guci, lukisan, beragam lampu dinding, sendok dan piring antik hingga pajangan-pajangan antik semua ada di kios-kios berukuran 2x3 meter itu.
Harganya barang antik itupun variatif, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Sejumlah pemilik kios pun tampak sibuk melayani beberapa orang calon pembeli di depan kios milik mereka.
Sebagian lagi ada yang sibuk membersihkan barang-barang antik koleksi mereka.
Maklum, kios yang berada tepat di pinggir jalan membuat koleksi benda-benda antik mereka mudah kotor.
• Nasib Empat Anak Rantau dari Bandung: Penarik Delman, Jarang Makan hingga Tidur Dekat Kandang Kuda
• Jualan Telur Gulung di Pasar Baru, Pedagang: Bule-Bule pada Doyan
Tak hanya itu, beberapa barang antik pun tampak sedang di perbaiki oleh sang pemilik toko agar terlihat seperti baru lagi.
Rata-rata para penjual barang antik di Jalan Surabaya sudah menggelar barang dagangan mereka sejak puluhan tahun lalu.
Benny Panggabean salah satunya, ia mengaku sudah lebih dari 20 tahun berjualan barang antik di Jalan Surabaya ini.
"Saya sendiri sudah lebih dari 20 tahun, awalnya bapak saya, lalu turun ke saya," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Jumat (22/3/2019).
Dikatakan Benny, para penjual barang antik di Jalan Surabaya dulu menggelar barang dagangan mereka diatas trotoar menggunakan tikar dan gerobak-gerobak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suana-di-jalan-surabaya-menteng-jakarta-pusat-tampak-berjejer-kios-penjual-barang-antik.jpg)