Sistem Pengecekan Kendaraan Bermotor Akan Dilakukan Secara Digitalisasi

Perubahan sistem itu lantaran banyaknya terjadi pemalsuan dan menyebabkan keraguan mengenai keaslian buku uji.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Ketua Dewan Pengurus Pusat IPKBI, Muslim Akbar di Days Suites Hotel, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (24/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, NEGLASARI - Akan ada perubahan secara digitalisasi dalam proses pengujian kelayakan kendaraan bermotor.

Wacana tersebut terceletuk saat Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia (IPKBI) menggelar pertemuan penguji tingkat Nasional, di Days Suites Hotel, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Pertemuan itu untuk membahas inovasi terbaru pada sistem pengujian kendaraan bermotor secara digital.

"Kegiatan ini diadakan setiap tahun sekali, dimana para penguji dari Sabang sampai Merauke kumpul membahas hal sangat krusial yang akan dilakukan oleh perhubungan darat khususnya mengenai pengujian kendaraan bermotor," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat IPKBI, Muslim Akbar, Minggu (24/3/2019).

Ia mengatakan, mengenai inovasi terbaru pada sistem pengujian kendaraan bermotor yakni secara digital.

Menurut dia, digitalisasi sistem pengujian kendaraan bermotor sudah diterapkan sistem tersebut di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Ada akreditasi penguji kendaraan bermotor di mana ada perubahan sistem dari manual ke berbasis IT, lalu perubahan dari buku uji menjadi kartu uji bernama smart card," terang Akbar.

Perubahan sistem itu lantaran banyaknya terjadi pemalsuan dan menyebabkan keraguan mengenai keaslian buku uji.

Akbar menjelaskan, bila berbasis elektronik, maka seluruh masyarakat dapat secara mudah mengetahui apakah kartu tersebut sesuai peruntukannya.

Presiden Jokowi Resmikan MRT Jakarta, Ini Pesan RI 1, Jadwal Operasional dan Besaran Tarif

Prabowo Kampanye Terbuka di Sulawesi Utara, Sempat Hentikan Orasi Hingga Alasan Pilih Manado

Sambut Pemilu 2019, Pemkot Tangerang Dirikan Kampung Anti Politik Uang

"Semua terintegrasi, dari foto kendaraan, bentuk kendaraan, semua bisa diakses masyarakat, semua berbasis transparan dan akuntabel, tinggal scan barcode saja," sambung Akbar.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut menghasilkan terobosan penyederhanaan persyaratan pelayanan rancang bangun dan surat registrasi uji tipe (SRUT) serta kajian yang lebih dalam mengenai aturan dimensi.

Khususnya mobil bak muatan yang selama ini menjadi satus dari beberapa penyebab over loading atau kelebihan muatan.

"Kedepan, kita berharap pelayanan rancang bangun dan SRUT bisa lebih mudah dan cepat tanpa mengesampingkan aturan teknis, dan dimensi bak muatan akan kita standarisasi sesuai jenis muatannya," jelasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved