Breaking News:

Menristek Dikti Usulkan PLTSa Diterapkan di Seluruh Indonesia

Menristek Dikt Mohamad Nasir, mengusulkanproyek percontohan teknologi PLTSa Merah-Putih Bantar Gebang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Menristek Dikti Mohamad Nasir di Bantar Gebang Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, mengusulkan pilot project atau proyek percontohan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah-Putih Bantar Gebang dapat diterapkan di seluruh kota di Indonesia.

Hal ini disampaikan saat peresmian opersional PLTSa Merah-Putih Bantar Gebang yang merupakan hasil karya Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT).

Melalui PLTSa itu, 100 ton sampah di TPST Bantar Gebang dapat diolah menjadi energi listrik dengan menggunakan teknologi termal.

"BPPT yang sudah punya kemampuan, para engineer-nya yang sampai saat ini telah mampu membuat desain pilot project (PLTSa) dengan kapasitas 100 ton per hari," kata Nasir di Bekasi, Senin, (15/3/2019).

Dia menambahkan, Kemampuan kapasitas pengolahan sampah PLTSa yang saat ini sudah beroperasi mungkin tidak sebanding dengan volume produksi sampah yang dihasilkan DKI Jakarta yakni 750 ton per hari.

Untuk itu, Pilot Project ini tentu harus ditingkatkan lagi kapasitas pengolahan sampahnya agar dapat mengurangi sampah di Ibu Kota. Namun kata dia, jika pilot project PLTSa ini digunakan di kota-kota kecil, volume produksi sampahnya sekitar 200 ton per hari tentu akan sangat berpengaruh.

"Jadi saya minta ke BPPT ini tolong agar bisa diajukan kepada Menteri Perindustrian agar bisa disertifikasikan, sekaligus bisa dimasukkan ke E-Catalog, agar nanti wali kota atau bupati yang mau gunakan ini tinggal pesan tidak perlu lelang lagi," jelas dia.

Dari pilot project ini, pemerintah sudah dapat melihat secara langsung perencanaan dan juga teknologi yang digunakan sebagai acuan membuat kebijakan.

BPPT untuk membangun PLTSa dengan kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari membutuhkan biaya sekitar Rp 96 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved