Bahaya DBD, Wakil Wali Kota Jakarta Timur Ingatkan Tumbuh Kembang Jentik Nyamyuk di Sekolah

Selain di rumah, jentik nyamuk Aedes Aegypti yang gigitannya memicu Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat berkembang biak di berbagai tempat.

Bahaya DBD, Wakil Wali Kota Jakarta Timur Ingatkan Tumbuh Kembang Jentik Nyamyuk di Sekolah
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengimbau setiap sekolah agar terus memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti di lingkungan sekolahnya.

Selain di rumah, jentik nyamuk Aedes Aegypti yang gigitannya memicu Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat berkembang biak di berbagai tempat, termasuk sekolah.

"Bukan hanya dari rumah, salah satunya dari sekolah juga akan jadi tumbuh kembangnya jentik apabila tidak dilakukan penanganan," kata Uus Kuswanto di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (27/3/2019).

Uus Kuswanto menuturkan pemberantan sarang nyamuk (PSN) secara rutin bakal mempersempit ruang gerak nyamuk dalam berkembang biak.

Meski anak tak seharian berada di sekolah, namun peluang terjangkit DBD di sekolah tetap besar sehingga dia meminta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

"Di situ kan tempat berkumpul, tempat belajar. Jangan sampai anak-anak yang sedang belajar kena kasus DBD gara-gara lingkungan sekolah kurang baik," ujarnya.

Meresahkan Sepasang Lansia, Petugas Damkar Cilandak Bantu Amankan Sarang Tawon di Atap Rumahaaa

Selain bak mandi, barang-barang yang tak terpakai namun dapat menampung air perlu diwaspadai karena jadi tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Uus menyatakan kasus meninggalnya dua warga Jakarta Timur akibat DBD merupakan pukulan yang membuat mereka lebih berusaha dalam menangani DBD.

"Apabila ada tempat atau kaleng, atau bekas jadi tempat tumbuh kembang jentik. Kita tekadkan bahwa kasus DBD sampai 0 terjadi di DKI Jakarta," tuturnya.

Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga pertengahan Maret, di Jakarta Timur ada 844 kasus, Jakarta Barat 828 kasus, Jakarta Selatan 797 kasus, Jakarta Utara 224 kasus, Jakarta Pusat 168 kasus, dan Kepulauan Seribu 2 kasus DBD.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved