Pernikahan Dini Picu KDRT dan Perceraian Serta Kekerasan Terhadap Anak

"pernikahan di usia anak memberikan kontribusi pada kasus KDRT. Nah kasus KDRT berkontribusi pada kejadian perceraian," kata Wahyuni

Pernikahan Dini Picu KDRT dan Perceraian Serta Kekerasan Terhadap Anak
Ilustrasi pernikahan dini.(Unicef) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni mengatakan pernikahan dini yang marak terjadi di Indonesia jadi satu pemicu kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perceraian.

Bagi perempuan, pernikahan dini dapat lebih berat karena harus mengandung anak meski organ reproduksinya belum siap secara usia dan kesiapan psikis menjadi seorang ibu.

"Kalau peta yang ada di Komnas Perempuan, pernikahan di usia anak memberikan kontribusi pada kasus KDRT. Nah kasus KDRT berkontribusi pada kejadian perceraian," kata Wahyuni di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/3/2019).

Menurutnya banyak pasangan yang menikah di usia dini tapi belum siap bertanggung jawab, pun untuk bertanggung jawab untuk diri sendiri.

Ilustrasi Pelaku KDRT
Ilustrasi Pelaku KDRT (Tribunnews.com)

Wahyuni menuturkan kebanyakan pasangan muda sebenarnya masih ingin nongkrong bersama teman sebaya, namun hal itu terhalang karena mereka sudah menikah.

Ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan membuat potensi KDRT kian besar, sementara perempuan sebagai pihak yang kerap jadi korban berpeluang menyakiti anaknya.

"Sosialnya ya sebetulnya dia masih butuh untuk kumpul-kumpul dengan teman sebayanya. Kalau dia sudah menikahkan kehidupannya akan berbeda. KDRT ini kan bisa jadi kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Pasalnya anak tak memiliki kekuasaan sehingga ibu yang tertekan jadi korban KDRT cenderung melampiaskan emosinya kepada anak.

Dari Opang, Ojol hingga Petugas PPSU Mengendarai Motor di Atas Trotoar di Pasar Minggu

Adian Sebut Prabowo Tidak Bisa Masuk Gorong-gorong Karena Ini, Dahnil Anzar Langsung Bereaksi

Berpotensi Memecah Belah, Profesor UI dan LIPI Kritik Jokowi Ajak Pendukung Pakai Putih-putih

Wahyuni menyebut perempuan yang awalnya korban KDRT dapat gelap mata sehingga dari yang tadinya korban berubah menjadi pelaku kekerasan terhadap anak.

"Semakin jelas bahwa nikah di usia muda menjadi pemicu semuanya, sampai mungkin bisa bermuara pelaku pembunuhan kepada anaknya sendiri. Jadi berawal dari dia jadi korban KDRT dia menjadi pelaku kekerasan terhadap anak," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved