Menengok Perjuangan Pahlawan Lewat Museum Gedung Joang 45

Pertama kali memasuki area Museum Gedung Joang 45 pengunjung akan disambut oleh bangunan khas Kolonial Belanda dengan tiang penyangga besar.

Menengok Perjuangan Pahlawan Lewat Museum Gedung Joang 45
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Suasana Museum Gedung Joang 45, Jumat (29/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pertama kali memasuki area Museum Gedung Joang 45 yang terletak di Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pengunjung akan disambut oleh bangunan khas Kolonial Belanda dengan tiang penyangga besar.

Halaman yang luas pun menjadi ciri khas dari bangunan peninggalan Belanda tersebut.

Saat Belanda masih menduduki Indonesia gedung ini merupakan sebuah hotel yang bernama Hotel Schomper yang terletak di Jalan Menteng 31.

Suasana Museum Gedung Joang 45, Jumat (29/3/2019).
Suasana Museum Gedung Joang 45, Jumat (29/3/2019). (TribunJakarta.com/Lita Febriani)

Usai Indonesia merdeka gedung ini berubah nama menjadi Gedung Menteng 31 sebagai pusat kegiatan pemuda Menteng hingga akhirnya kini menjadi Museum Gedung Joang 45.

Sebelum memasuki museum, pengunjung harus membeli tiket masuk terlebih dahulu.

Loket tiket berada terpisah dari gedung museum, letaknya di sebelah selatan gedung.

Harga tiket untuk dewasa di bandrol seharga Rp 5.000, pelajar dan mahasiswa Rp 3.000 serta tiket untuk anak-anak dihargai sebesar Rp 2.000.

Pantauan TribunJakarta.com pada bagian depan Gedung Joang 45 ada puluhan jejak telapak tangan wanita pejuang 45 dan pembangunan.

Ketika memasuki Gedung Joang pengunjung akan disambut oleh cetakan wajah para pejuang proklamasi.

Suasana Museum Gedung Joang 45, Jumat (29/3/2019).
Suasana Museum Gedung Joang 45, Jumat (29/3/2019). (TribunJakarta.com/Lita Febriani)
Halaman
12
Penulis: Lita Febriani
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved