Pilpres 2019

Bukan Sekedar Menoleh, Begini Ekspresi Jokowi Saat Prabowo Tegur Penonton Debat Capres

Capres 02 Prabowo Subianto menegur penonton debat capres keempat, Jokowi tunjukkan ekspresi ini.

Tayang:
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Wahyu Aji
wow.tribunnews.com
Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto 

TRIBUNJAKARTA.COM – Calon presiden (Capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) terlihat langsung berikan tatapan serius hingga mengangguk saat capres 02 Prabowo Subianto menegur penonton debat capres keempat, Sabtu (31/3/2019).

Jokowi pun nampak sedikit menunjukkan senyuman kecil kala Prabowo Subianto mendapat kesempatan berbicara.

Momen Jokowi melirik hingga mengangguk tersebut berlangsung ketika Prabowo Subianto membahas pertahanan nasional.

Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto menyebut bahwa keuatan pertahanan Indonesia sangat rapuh dan lamah.

“Kekuatan pertahanan kita sangat rapuh dan lemah, bukan salah bapak. Salah gatau saya, Elite ya,” kata Prabowo Subianto.

Kabar Persib: Kekuatan Tim Diuji Hari Ini, Isu Didepaknya Bojan Kian Ramai

Ini Respons Nassar Tahu Mantan Istrinya Bakal Menikah dengan Faisal Islami

Saat itu, Jokowi terlihat sedikit menunjukkan senyumannya.

Selang beberapa detik, Jokowi langsung melirik ke arah Prabowo Subianto.

Hal itu setelah Prabowo Subianto menegur penonton yang tertawa.

Capres 01 Jokowi dan Capres 02 Prabowo Subianto saat debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (31/3/2019);
Capres 01 Jokowi dan Capres 02 Prabowo Subianto saat debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (31/3/2019); (YouTube Kompas TV)

Prabowo Subianto mempertanyakan penonton yang tertawa ketika dirinya tengah membahas pertahanan Indonesia.

“Kenapa kalian ketawa, pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa,” kata Prabowo Subianto.

“Lucu ya? Kok lucu?” tambahnya.

Menurut Prabowo Subianto, saat ini pertahanan Indonesia memang terbilang lemah.

“Kalau ada neggara asing kirim asukan hari in ke salha sau wilayanhkita sya kira it aberada dalam posisis yang sangat lemah,” ujarnya.

“Silahkan ketawa kalau negara kita lemah,” sambungnya.

Bantah Kritik TNI, Prabowo : Saya Ingin Anggaran Pertahanan Ditingkatkan

Sesuai mengikuti debat Pilpres 2019 yang keempat di Hotel Shangri-La, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto membantah dirinya mengkritik TNI.

Ia mengatakan, dirinya hanya meminta pemerintah meningkatkan anggaran di sektor pertahanan.

"Saya tidak mengkritik TNI, saya mau anggaran pertahanan ditingkatkan. Jangan diputar balik," ucapnya kepada awak media sesuai debat, Sabtu (30/3/2019).

Ingin Bertemu Jokowi, Seorang Ibu Menangis di Lokasi Debat

Ini Tanggapan Kubu 01 dan 02 di Tangsel Soal Debat Capres

Meski meminta anggaran pertahanan nasional ditingkatkan, ia mengaku tidak menempatkan hal tersebut sebagai prioritas utama.

Ia menyebut, kesejahteraan rakyat lah yang menjadi prioritas utamanya jika terpilih menjadi Presiden Indonesia.

"Nomor satu itu kesejahteraan rakyat, kemudian kita juga harus menjaga kekayaan nasional," ujarnya di Hotel Shangri-La, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan ini, ia turut menyampaikan kembali soal kebocoran anggaran yang ia sebut mencapai Rp 1.000 triliun.

Bila ia terpilih, ia berjanji akan mengatasi kebocoran tersebut dan menggunakan uang itu untuk meningkatkan anggaran pertahanan.

"Jadi ya, uang kita itu hilang karena kebocoran, saya hitung Rp 1.000 triliun. Kalau ini bisa kita hemat, kita bisa pakai untuk meningkatkan anggaran kebijakan pertahanan kita," kata Prabowo.

TONTON JUGA:

Sebelumnya, saat debat, Prabowo sempat mengkritisi anggaran Kementerian Pertahanan senilai Rp 107 triliun.

Ia menyebut, anggaran sebesar itu sangat minim untuk negara seperti Indonesia.

TKN Sebut Jokowi Bicara Strategi dan Solusi Bukan Retorika 

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon nomor urut 01, Moeldoko, menilai Joko Widodo (Jokowi) mengedepankan strategi ketimbang hanya retorika dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.

Hal tersebut dikatakan Moeldoko terkait jalannya debat keempat pilpres yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional.

"Betapa kita lihat calon nomor 01 tadi mengetengahkan strateginya bukan berbicara retorika karena kita semua tahu masalah bangsa tetapi bagaimana solusinya itu yang poin pertama‎," kata Moeldoko saat  konfrensi pers usai debat keempat pilpres di ‎Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).

Prabowo Subianto Nilai Bidang Pertahanan dan Kemanan Negara Terlalu Lemah

Bantah Kritik TNI, Prabowo : Saya Ingin Anggaran Pertahanan Ditingkatkan

Selain mengenai strategi untuk mencari solusi, Moeldoko menyebut dalam mengelola negara sangat diperlukan pengalaman.

Menurutnya, dalam debat, pengalaman Jokowi sangat tercermin dari setiap pernyataan yang diucapkan calon petahana itu.

"Pengalaman sangat perlu, betapa tadi Pak Jokowi bisa menyampaikan langkah-langkah strategis dalam menangani persoalan itu sangat jelas," kata Moeldoko.

Karenanya, Moeldoko menilai apa yang diucapkan Jokowi cukup konkrit bukan semata teknis dan retorika.

Menurut dia, urusan teknis bisa diserahkan ke pemangku kepentingan kepada pihak terkait yang berada di bawah presiden.

Misalnya, untuk urusan pertahanan bisa diserahkan kepada Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan.

"Pandangan seorang pemimpin itu melihat cakrawala tentang bagaimana kedaulatan harus dipertahankan. Sangat jelas tadi tidak lagi berbicara teknikal," kata Moeldoko. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved