Ikuti Acara Jakarta Glory Spirit 2001, Budi Sudarsono Bahagia Reuni dengan Legenda Persija
Budi Sudarsono mengaku bangga bisa hadir dan berpartisipasi langsung di acara reuni para legenda juara Persija
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Penyerang senior Persija Jakarta Legend Budi Sudarsono tak bisa menyembunyikan kebahagiaan setelah bisa berkumpul dan rekan-rekannya di lapangan.
Para legenda Persija Jakarta mitu melakoni pertandingan eksebisi menghadapi Selebritis FC dan juga perwakilan The Jakmania di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (10/4/2019) sore.
Pertandingan reuni ini digagas langsung oleh Kenia Foundation dan bekerja sama dengan Indonesia Junior League dengan acara bertajuk Jakarta Glory Spirit 2001.
Budi Sudarsono mengaku bangga bisa hadir dan berpartisipasi langsung di acara reuni para legenda juara Persija tersebut.
Acara ini tentunya bisa mempersatukan kembali para pemain yang sudah lama tidak berjumpa.
"Bersyukur alhamdulillah sudah ada yang ngadain acara ini, sudah beberapa tahun kita tidak bisa berkumpul lagi, yang penting silaturahminya bisa terjaga," kata Budi Sudarsono saat ditemui TribunJakarta di Stadion Cendrawasih, Jakarta Barat, Rabu (10/4/2019).
Pemain yang akrab disapa Si Ular Pithon itu menilai rekan-rekannya di lapangan tidak banyak mengalami perubahan.
Hanya ada beberapa pemain yang mengalami perubahan fisik menjadi lebih besar salah satunya adalah Dedi Umarella.
• Cerita Ryan DMasiv Jadi Saksi Persija Juara 2001 Hingga Dapat Tanda Tangan Istimewa
• Dukung Pengemudi Gojek di Jogja, Mulyono Mogok Makan di Kemang Timur
• Persija Jakarta Dapat Sanksi Tegas dari AFC Akibat Ulah The Jakmania
"Hampir semua rata-rata tidak berubah. Hanya Dedi Umarella saja yang kelihatan berubah, yang lain hampir mirip," terang Budi.
Budi mengakui kesempatan berkumpul dan bermain bersama seperti ini baru dirasakannya pertama kali.
"Sebelumnya memang suka main bareng juga sama Nur Alim, Gendut Doni, tapi nggak sekumplit sekarang," tutur Budi Sudarsono.