Penganiayaan Siswi SMP

Kapolresta Pontianak Ungkap Motif dan Peran Pelaku Terhadap Audrey

Misteri rekrutan anyar Persib Bandung berpaspor Asia. Pemain asal Selandia baru Kayne Vincent ini memberikan kode keras segera bergabung.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Ilusi Insiroh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak - Terduga pelaku penganiayaan Audrey. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polisi mengungkapkan fakta baru terkait Kasus penganiayaan siswi SMP di Pontianakan.

Kasus penganiayaan yang menimpa Audrey (14) ini belakangan ini memang jadi perhatian publik.

Mulanya, Audrey dikabarkan dikeroyok siswi SMA berjumlah 12 orang

Namun baru-baru ini pihak kepolisian angkat suara terkait hal itu.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Anwar mengatakan bahwa pelaku penganiayaan Audrey hanya tiga orang.

"Fakta yang ada tidak ada 12 orang, yang ada hanya tiga orang," ucap Anwar seperti dikutip TribunJakarta dari TribunPontianak.

Pihaknya pun kini telah menetapkan ketiga remaja perempuan itu sebagai tersangkat.

Adapun tiga remaja putri siswi SMA tersebut masing-masing berinisial L alias F (17), A alias T (17), dan N alias C (17).

"Dalam pemeriksaan pelaku, mereka mengakui perbuatannya menganiaya korban," terang Anwar.

Ia menjelaskan bahwa penganiayaan dilakukan secara bergiliran di dua tempat.

"Yang melakukan pertama tersangka satunya, kemudian lanjut lagi tersangka kedua, kemudian ketiga," jelasnya.

Permintaan Maaf dan Pengakuan Terduga Pelaku Penganiayaan Audrey, Bantah Benturkan Kepala ke Aspal

Momen Haru Pertemuan Atta Halilintar dengan Audrey: Ga Kuat Senangnya, Ga Sia-sia Batalin Acara

Anwar pun membeberkan fakta lainnya terkait hal yang dilakukan pelaku kepada korban.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa sempat beredar kabar alat vital korban ditusuk pelaku.

Namun faktanya kejadian tersebut tidak dilakukan pelaku kepada korban.

"Dari pengakuan korban tidak ada menerangkan pemukulan di bagian kelamin. Dari lima saksi yang juga diperiksa juga tidak ada perlakuan penganiayaan terhadap kelamin korban," urainya.

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial.
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)
Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved