Pemutilasi Guru Honorer Menjerit Tengah Malam, Ada Sosok ini di Warung Nasgornya

Hari ketiga pascatemuan jasad Budi Hartanto tanpa kepala di Blitar, Aris Sugianto menjerit tengah malam di warung nasgornya di Kediri, lari ketakutan.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Kolase Surya/Didik Mashudi
Warung nasi goreng tempat usaha Aris Sugianto, satu dari dua pembunuh disertai mutilasi terhadap korbannya, Budi Hartanto (insert), di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jumat (12/4/2019). 

Aris ditangkap anggota Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya ketika bus Puspa Jaya yang ditumpanginya melintas di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Malam sebelumnya, Kamis (11/4/2019), polisi menangkap Ajis Prakoso di Kediri.

Hadi, Ketua RT 2/RW 1 Desa Mangunan, menjelaskan Aris Sugianto menetap di rumah ibunya, sementara dua saudaranya tinggal dengan ayah mereka di Ringinrejo, Kediri.

Baru dua tahun belakangan Aris Sugianto pulang dari Malaysia sebagai TKI, dan perilakunya berubah agak kemayu.

"Dia pulang dari merantau di Malaysia baru sekitar dua tahunan ini lalu buka usaha sendiri," cerita Hadi, Jumat (12/4/2019).

Rumah salah satu pelaku pembunuhan guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (12/4/2019)
Rumah salah satu pelaku pembunuhan guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (12/4/2019) (surya.co.id/samsul hadi)

Warga yang enggan menyebutkan namanya beberapa kali melihat Aris Sugianto berdandan seperti perempuan saat di rumah.

Satu kali pemuda desa hendak menggerebek rumah orangtuanya karena mencurigai ada orang berdandan, saat bersamaan ada beberapa pria di sana.

Saat hendak digerebek mereka urung karena baru tahu orang yang berdandan perempuan itu ternyata Aris Sugianto.

Warga lain bernama Nur Kholik mengakui AJ berbeda dengan lelaki normal.

Gempi Buat Gading Terdiam Saat Liburan Bareng di Bali, Perkataan Putri Gisel Ramai Diperbincangkan

Lowongan Kerja BUMN PT Wika Realty untuk Lulusan S1, Gaji Rp 9 Juta, Cek Persyaratannya di Sini!

"Orangnya memang mbanceni (seperti perempuan), terutama kelihatan dari caranya berjalan," ujar dia.

Nawaru, warga lainnya menguatkan keterangan Nur Kholik. Ia kaget Aris Sugainto membunuh Budi Hartanto.

"Ya kaget, wong mbanceni kok iso mateni (orang berperilaku seperti perempuan bisa membunuh)," katanya.

Polisi menyita dua motor dari rumah orangtua Aris Sugianto, yakni Yamaha Mio nomor polisi AG 3684 EV tapi belum diketahui milik siapa.

Satu lainnya Honda Scoopy warna abu-abu gelap diduga sepeda motor milik korban belum ada pelat nomornya tapi sudah dibawa ke Polres Blitar Kota. (TribunJakarta.com/Surya)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved