Hindari Kerusakan, Petugas Tunggu Hujan Reda untuk Pindahkan Kotak Suara di Aula Kecamatan Serpong

Pukul 16.00 WIB ujan berhenti, petugas pengangkut kotak suara mulai menurunkan kotak suara satu persatu.

Hindari Kerusakan, Petugas Tunggu Hujan Reda untuk Pindahkan Kotak Suara di Aula Kecamatan Serpong
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kotak suara di pelataran aula kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, kehujanan hingga satu jam, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, SERPONG - Proses pengembalian kotak suara berisi surat suara dan yang utama adalah formulir C1 masih berlangsung di aula kecamatan Serpong, Kamis (18/4/2019).

Mobil hingga truk bergantian menyetor kotak yang terbuat dari kardus untuk kemudian disimpan di aula.

Setelah dikumpulkan, surat suara tersebut akan direkapitulasi.

Sekita pukul 15.00 WIB saat dua truk pembawa kardus suara sampai di pelataran aula, hujan deras turun.

Petugas pun tidak langsung menurunkan, karena takut akan basah kena hujan. Akhirnya puluhan kertas suara itu dibiarkan terkena hujan walaupun terlindungi terpal.

Pukul 16.00 WIB ujan berhenti, petugas pengangkut kotak suara mulai menurunkan kotak suara satu persatu.

Terlihat jelas air merembes hingga ke dalam kotak, saat kardus diangkat keluar air dari sela-selanya.

Akhirnya Tampil Bareng, Prabowo-Sandiaga Deklarasi Klaim Kemenangan Pilpres

Tak Ada Izin di Monas, Syukuran Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi Kemungkinan Digelar di Istiqlal

Pemain Baru Persib Bandung: Artur Janji Kerja Keras Tapi Tidak Targetkan Gol, Jupe Siap Bersaing

Bahkan seorang petugas membiarkan airnya keluar dari kotak terlebih dahulu sekitar 10 detik.

Tidak semua kotak basah hingga merembes air ke dalamnya, hanya sebagian saja. Belum diketahui kondisi surat suara ataupun formulir di dalamnya.

Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep, mengatakan, tidak ada ketentuan terhadap surat suara yang rusak setelah pencoblosan.

Namun ia mengkhawatirkan jika surat formulir C1 rusak dan tak terbaca, harus dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

"Ya kalau C1nya rusak, ya harus PSU," ujar Acep di kantornya, Serpong, Tangsel.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved