Pilpres 2019

TERPOPULER - Yunarto Beberkan Fakta Lain Saat Fadli Zon Disebut Tak Lolos ke DPR RI: Ayo Objektif

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, ramai disyukuri pengguna media sosial, Twitter. Pasalnya Fadli Zon disebut-sebut tak lolos ke Senayan.

TERPOPULER - Yunarto Beberkan Fakta Lain Saat Fadli Zon Disebut Tak Lolos ke DPR RI: Ayo Objektif
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Fadli Zon saat ditenui awak media di Rutan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, ramai disyukuri pengguna media sosial Twitter.

Pasalnya Fadli Zon disebut-sebut tak lolos ke Senayan.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, kemudian mengungkapkan fakta lain.

Hal tersebut disampaikan Yunarto Wijaya di akun Twitter pribadinya pada Senin (22/4/2019).

Awalnya ada netizen mengucapkan syukur karena menganggap Fadli Zon gagal melenggang ke DPR RI.

Yunarto Wijaya lantas menanggapi kicauan tersebut.

Ia mengatakan Fadli Zon justru memperoleh suara tertinggi di daerah pemilihannya (dapil).

Andre Taulany Klaim Instagram Erin Diretas, Derry Sulaiman Temukan Kejanggalan: Dungu yang Percaya

Erin Dilaporkan #SaveTaulany Jadi Trending, Mbah Mijan Sebut Berlebihan: Kalian Pikir Prabowo Siapa?

TONTON JUGA

"Fadli Zon suara tertinggi kok.. ayo berbuat adil dimulai dengan menjadi objektif..." tulis Yunarto Wijaya.

Penelusuran TribunJakarta.com politikus Partai Gerindra itu berada di Dapil Jawa Barat V meliputi Kapubaten Bogor.

Yunarto Wijaya juga mengatakan beredar isu yang menyebut Fadli Zon, Ferdinand Hutahaean (Demokrat), dan Faldo Maldini (PAN) gagal ke Senayan.

Sepengetahuan Yunarto Wijaya, Fadli Zon justru memiliki suara tertinggi di dapilnya.

Sang Kakak Didesak Jedar Ceritakan Masa Kecilnya, Nia Ramadhani Nangis: Jangan Diceritain di Sini

Luna Maya Video Call Tengah Malam Pamer Pacar Baru, Sang Sahabat Dibuat Terpingkal Lihat Sosoknya

Sedangkan Ferdinand Hutahahean dan Faldo Maldini belum diketahui nasibnya.

"Viral beredar: Fadli Zon, Ferdinand Hutahaean & Faldo Maldini gak lolos dpr...

Yang saya tau Fadli suara tertinggi di dapil itu, dua yg lain memang berat kalo liat survei..." tulis Yunarto Wijaya.

KPID DKI Imbau Media Tak Tayangkan Quick Count, Penulis Dee Lestari & Ernest Prakasa Bereaksi

12 Anggota KPPS di Jawa Barat Tutup Usia saat Jalankan Tugas, Ridwan Kamil Titip Pesan Kepada KPU

Yunarto Wijaya lantas meminta followersnya untuk bersikap objektif saat melihat kenyataan yang ada.

"Ayo objektif melihat realita, terlepas gak sesuai dengan keinginan kita..." tulis Yunarto Wijaya.

Charta Politika satu dari 40 lembaga survei yang terdaftar di KPU RI dan berhak merilis hitung cepat untuk Pemilu 2019.

Penelusuran TribunJakarta.com berdasarkan real count KPU data masuk sekitar 6,04%, di Dapil Jabar V partai Gerindra memperoleh suara tertinggi.

HASIL HITUNG SUARA LEGISLATIF DPR RI 2019 TINGKAT NASIONAL, Versi: 22 Apr 2019 19:00:04 Progress: 49.183 dari 813.350 TPS (6.04697%)
HASIL HITUNG SUARA LEGISLATIF DPR RI 2019 TINGKAT NASIONAL, Versi: 22 Apr 2019 19:00:04 Progress: 49.183 dari 813.350 TPS (6.04697%) (https://pemilu2019.kpu.go.id/#/dprri/hitung-suara/)

Namanya Dicuitkan Haikal Hassan, Yunarto Singgung Soal Provokasi 

Kicauan Jurkam Prabowo-Sandi, Haikal Hassan baru-baru ini mencuri perhatian warganet.

Beberapa waktu lalau Haikal Hassan mencuitkan hal tentang beberapa nama pimpinan Lembaga survei.

Ada pun beberapa nama yang disebutkan di antaranya CEO Poltracking Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi.

Selain itu disebutkan pula Direktur Eksekutf Charta Politika, Yunarto Wijaya.

"Denny J.A

Saiful Muzani

Yunanto Wijaya

Burhanuddin Muhtadi

Hanta Yudha Ehm ehem.... uhuk uhhuk....," begitu cuit Haikal Hassan, Minggu (21/4/2019).

Kicauan Haikal Hassan, Minggu (21/4/2019)
Kicauan Haikal Hassan, Minggu (21/4/2019) (Twitter Haikal Hassan)

Tidak diketahui secara pasti maksud dari kicauan Haikal Hassan itu.

Pelaksaan UNBK di Kota Bekasi Sempat Terkendala Server Hingga Sempat Molor

Data Real Count KPU Sudah 15,2%: Jokowi-Maruf Kuasai 20 Provinsi Plus LN, Prabowo-Sandi 14 Provinsi

Namun diketahui sebelumnya bahwa hasil quick count dari beberapa lembaga survei in isempat dipertanyakan oleh BPN.

Beberapa lembaga survei bahkan sampai dilaporkan ke komisi Pemilihan Umun (KPU).

Ada 6 lembaga survei yang dilaporkan Tim Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi.

Keenam lembaga survei tersebut antara lain LSI Denny JA, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking, dan Voxpol.

TONTON JUGA:

6 lembaga survei ini dinilai telah menyampaikan berita yang tidak benar.

"Beberapa lembaga survei ini kami menduga mereka pasti ada orceran untuk kemudian membuat quick count seperti ini," ujar Koordinator Pelaporan Djamaluddin Koedoeboen, Kamis (18/4/2019) kemarin seperti dilansir dari Kompas.com.

Terlepas dari hal itu, kicauan Haikal Hassan itu rupanya mendapat tanggapan dari Yunarto Wijaya dan Hanta Yudha.

Dari pengamatan TribunJakarta, Hanta Yuda lebih dulu menanggapi kicauan Haikal Hassan.

Sederet Fakta Gudang Logistik KPU di Sumbar Terbakar: Ada 36.000 Surat Suara, Diduga Sengaja Dibakar

Sudah 15 Persen Data Real Count KPU: Jokowi-Maruf Unggul 54,79% Suara, Prabowo-Sandi di 14 Provinsi

Dalam kicauannya, Hanta Yuda justuru memohon kepada Haikal agar mengaminkan doanya.

"Mohon aminkan doaku ustadz :)

"Yaa Allah Yaa Robb, jadikan fitnah ini sbg pahala & kemuliaan bagi kami&keluarga, jk kami curang dg Quick Count ini jauhkan & cabutlah keberkahan dari hidup kami, tp jika kami jujur & tdk curang dg QC ini, berkahilah kami dan keluarga dunia akhirat," tulis Hanta Yuda membalas kicauan Haikal Hassan.

Kicauan hanta Yuda, Mniggu (21/4/2019)
Kicauan hanta Yuda, Mniggu (21/4/2019) (Twitter Hanta Yuda)

Selang satu jam, Yunarto Wijaya pun nampak menangggapi kicauan Haikal Hassan.

Tidak banyak yang ditulis Yunarto Wijaya dalam tanggapannya itu.

Dalam kicauannya, Yunarto Wijaya tampak mengkoreksi ejaan namanya yang salah.

Andre Rosiade dan Kapitra Ampera Debat Panas Soal Klaim Menang Pilpres, Pembawa Acara Ingatkan Ini

Terkuak Kondisi Terkini Sri Lanka Setelah Rentetan Teror Bom, Bandara di Kolombo Sempat Kacau

Yunarto Wijaya juga menyinggu soal provokasi.

"Ralat: Yunarto, bukan yunanto.. Mujani, bukan muzani... Berpikir, bukan provokasi," cuit Yunarto Wijaya.

Kicauan Yunarto Wijaya, Minggu (21/4/2019().
Kicauan Yunarto Wijaya, Minggu (21/4/2019(). (Twitter Yunarto Wijaya)

Sebelumnya diwartakan Tribun Solo, Yunarto Wijaya mengaku tidak keberatan jika harus menjelaskan detil metodologi penghimpunan data quick count Pilpres 2019, bahkan soal sumber dana.

Itu asalkan, kata Yunarto Wijaya, BPN pun adil membuka metodologi real count internal yang menyebut Prabowo-Sandiaga menang 62 persen seperti diklaim Prabowo Subianto.

“Cara satu-satunya bagaimana kemudian, data yang diklaim 62 persen itu bisa dibuka kehadapan publik secara keilmuan. Tidak ada kaitannya dengan aspek legal dan menunjukkan siapa yang lebih benar di mata KPU,” katanya saat konfrensi pers Expose Data Hasil Quick Count Pilpres 2019 di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Peserta Ujian Nasional SMP di Pantura Tangerang Masih Menggunakan Sistem Tulis

Peringati Hari Kartini, Operator Pompa Bensin di Kelapa Gading Pakai Baju Adat

“Dan kami mengajak untuk membuka hal-hal yang peru dibuka, termasuk soal dana,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Toto itu menilai sikap BPN yang meragukan quick count lembaga survei terakreditasi KPU adalah upaya membangun opini di masyarakat.

“Yang terjadi tidak pernah sekalipun pihak BPN, atau minimal lembaga yang menyatakan datanya berbeda dengan lembaga survei berani membuka data sehingga yang muncul klaim konspiratif dan ujungnya membingungkan masyarakat,” tukas Toto.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto telah mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019, Kamis (19/4/2019) kemarin.

"Saya prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan sauara Sandiaga Uno mendekralasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkn perhitungan lebih dari 62 persen perhitungan real count," ucap Prabowo Subianto.

Dijelaskannya bahwa deklarasi tersebut dilakukan lebih cepat karena pihaknya telah mengantongi bukti-bukti kecurangan yang terjadi selama Pilpres 2019.

"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti-bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten seluruh Indonesia," paparnya.

Penasaran Tentang Politik Indonesia, Jadi Alasan Irwansyah Terima Tawaran Sebagai Saksi

Andre Rosiade dan Kapitra Ampera Debat Panas Soal Klaim Menang Pilpres, Pembawa Acara Ingatkan Ini

Sementara itu Jokowi sempat memberikan pernyataan terkait hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Jokowi menyampaikan bahwa dari hasil quick count 12 lembaga survei, menunjukkan pasangan 01 unggul dari pasangan 02.

Meski begitu, Jokowi meminta kepada para pendukungnya agar tetap bersabar menunggu hasil perhitungan resmi KPU.

"Kami menyampaikan bahwa hasil quick count dari 12 lembaga survei menyatakan Jokowi-Maruf Amin mendapatkan persentase 54,05 persen dan Prabowo-Sandiaga mendapatkan persentase 45,05 persen," kata Jokowi, Kamis (18/4/2019).

"Kita tahu semua perhitungan quick count adalah cara perhitungan ilmiah."

"Akurasinya 99 persen hampir sama dengan perhitungan dengan real count."

"Namun sekali lagi kita harus tetap sabar, sabar menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU," urai Jokowi.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved