Polemik Ratna Sarumpaet

Ahli Sosiologi di Sidang Ratna Sarumpaet: Masyarakat di Dunia Maya Sama dengan Dunia Nyata

baik Jaksa Penuntut Umum maupun tim penasihat hukum terdakwa mencecar Trubus dengan pertanyaan seputar keonaran.

Ahli Sosiologi di Sidang Ratna Sarumpaet: Masyarakat di Dunia Maya Sama dengan Dunia Nyata
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Ahli sosiologi Trubus Rahadiansyah saat bersaksi pada kasus penyebaran hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Kamis (25/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Trubus Rahadiansyah dihadirkan sebagai salah satu saksi ahli pada persidangan kasus penyebaran hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Kamis (25/4/2019).

Pada sidang hari ini, baik Jaksa Penuntut Umum maupun tim penasihat hukum terdakwa mencecar Trubus dengan pertanyaan seputar keonaran.

Ia juga ditanyai perihal perilaku masyarakat di dunia nyata dan dunia maya.

Ahli sosiologi dari Universitas Trisakti Jakarta itu pun menjelaskannya di muka sidang.

"Masyarakat di dunia maya itu sama seperti dunia nyata," kata Trubus saat memberikan kesaksian.

Honda Hadirkan Program Penjualan Menarik Selama IIMS 2019

Deretan Kuliner Nusantara yang Manjakan Pengunjung Telkomsel IIMS 2019

Warga Bali Geger Video Mesum Sepasang Remaja di Medsos: Reaksi Polisi dan Misteri Lokasi Pembuatan

Menurutnya di dunia maya atau media sosial juga dapat terjadi keonaran.

"Karena apa? Karena ada kepentingan di situ. Sama seperti bermasyarakat biasa. Sosiologi melihat keonaran adalah lawan kata dari keselarasan," tuturnya.

"Makanya perlu toleransi dan kesabaran juga di dunia maya supaya tidak terjadi keonaran," tambah dia.

Seperti diketahui, Ratna menyebarkan berita bohong setelah mengaku menjadi korban penganiayaan.

Jaksa menilainya secara sengaja membuat keonaran lewat cerita dan foto wajah lebam yang beredar di media sosial.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved