Wanita Lahiran di KRL Stasiun UI, Dokter RSUI : Bayi Masih Berusia Dibawah 20 Minggu

Penumpang KRL nomor 1127 tujuan Bogor-Jakarta, digegerkan dengan seorang penumpang yang melahirkan didalam rangkaian kereta.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Vita Selvana Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Universitas Indonesia ketika memberikan keterangan terkait wanita yang melahirkan didalam KRL di Stasiun UI, Kamis (25/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Penumpang KRL nomor 1127 tujuan Bogor-Jakarta, digegerkan dengan seorang penumpang yang melahirkan didalam rangkaian kereta.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa penumpang melahirkan tersebut terjadi sekira pukul 12.20 WIB di Stasiun Universitas Indonesia.

Wanita penumpang yang belum diketahui identitasnya tersebut pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) untuk mendapatkan penanganan medis.

Vita Selvana Dokter Spesialis Kandungan RSUI yang menangani wanita tersebut menuturkan, kondisi wanita tersebut saat ini semakin membaik dan tanda-tanda vitalnya pun cukup stabil.

"Kondisi wanita tersebut ketika dibawa ke IGD dan dilakukan penanganan awal, alhamdulillah vitalnya stabil. Tapi tetap ada tindakan yang masih harus dilakukan karena masih ada sisa ari-ari," ujar Vita dijumpai di RSUI, Beji, Kota Depok, Kamis (25/4/2019).

Meski orangtuanya selamat, namun kondisi bayi yang dilahirkan tersebut sudah tidak memiliki tanda-tanda kehidupan ketika tiba di Ruang IGD RSUI.

"Jadi usia kandungannya ini masih dibawah 20 minggu dan sudah meninggal. Sudah berbentuk bayi, mungkin sekira 500 gram beratnya," ujar Vita.

Optimis Raup Suara Tinggi, M Taufik Yakin Bisa Gantikan Prasetyo Edi Marsudi Jabat Ketua DPRD DKI

Mengenal Nomor Keirin dan Pursuit yang Dipertandingkan di Jakarta International Velodrome Hari Ini

Lanjut Vita, wanita tersebut menuturkan memang sudah mulai merasakan kontraksi sejak malam, hingga akhirnya melahirkan atau keguguran ketika didalam kereta.

"Tidak ada faktor ketika didalam kereta yang menyebabkan wanita ini keguguran. Pengakuannya memang sudah sejak malam merasakan kontraksi. Untuk identitas kami tidak bisa sebut ya karena itu privasi pasien, yang bersangkutan masih berusia 21 tahun," paparnya.

Terakhir, Vita menuturkan saat ini jenazah bayi tersebut sudah ditangani oleh pihak dokter forensik RSUI.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved