Kurang Dari 1 Jam Seberangi Laut, Anda Sudah Bisa Kunjungi 3 Pulau Dekat Jakarta Ini
menggelar tikar dan memandang ke lautan lepas Pulau ini menghadap ke pemandangan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Erik Sinaga
Anak-anak bisa berenang dengan bebasnya. Namun harus tetap dalam pengawasan.
Pulau Onrust
Menuju jam makan siang, pengunjung akan dibawa kembali menyebrang ke Pulau Onrust, hanya 10 menit dari pulau Kelor pengunjung akan disuguhi pulau dengan pepohonan yang sangat rimbun disana.
Sesampainya disana, pengunjung akan diajak berkeliling pulau yang memiliki makam tua tersebut.
Pulau ini terkenal dengan peninggalan sejarahnya yang masih tersisa seperti kerangka bangunan kuno, bekas sumur penduduk zaman dulu, dan termasuk makam bangsawan pada masanya.
Tugu kincir angin yang bertulisan ‘Onrust’ menjadi ikon di pulau ini.
Kincir tersebut juga menjadi saksi bisu berjalannya bengkel kapal pada abad ke-17.
Diketahui, Pulau Onrust dijadikan sebagai cagar budaya oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin pada tahun 1972.
Usai berkeliling, makan siang dan beristirahat, pengunjung akan diajak kembali menyeberang ke destinasi pulau terakhir disana yakni Pulau Cipir.
Pulau Cipir
Pulau yang masih memiliki bebebapa meriam ini terlihat jelas dengan reruntuhan bangunan mes haji yang digunakan pada masanya itu.
Disini pemgunjung bisa menikmati suasana hingga sore hari ketika matahati hendak tenggelam.
Dengan menggelar tikar dan memandang ke lautan lepas Pulau ini menghadap ke pemandangan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Menikmati sisa hari, wahana permainan Banana Boat dan Donat bisa dinikmati pengunjung secara bergantian.
Namun, wahana ini tidak termasuk ke dalam biaya travel diatas tadi.