Jabodetabek Banjir

Terdampak Banjir, Jalan Cililitan Kecil II Jakarta Timur Retak

Banjir yang merendam wilayah Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati sejak Jumat (26/4/2019) pagi membuat jalan retak.

Terdampak Banjir, Jalan Cililitan Kecil II Jakarta Timur Retak
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi Jalan Cililitan Kecil II yang retak, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Banjir yang merendam wilayah Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati sejak Jumat (26/4/2019) pagi tadi tak hanya memaksa ratusan warga dari lima RW mengungsi.

Saat banjir berangsur surut, warga justru dibuat kaget karena Jalan Cililitan Kecil II di RW 07 yang jadi satu jalur evakuasi warga ke Jalan Raya Kalibata retak akibat tergerus air.

Meski termasuk wilayah langganan banjir sejak lama, Ketua RW 07 Noer Ali mengatakan retaknya Jalan Cililitan Kecil II merupakan yang pertama kali terjadi.

"Ini baru yang pertama, saya juga baru tahu kalau jalanannya retak. Mungkin retak karena dari dulu sering terendam banjir. Waktu tahun 2007 saja ketinggian air pernah sampai 7 meter," kata Noer di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/4/2019).

Lantaran masih disibukan mengurus evakuasi dan keperluan logistik warga yang mengungsi, Noer mengaku belum memastikan tindakan yang akan diambil.

Pasalnya warga khawatir ketinggian air bertambah karena hingga kini ketinggian air nyaris satu meter sementara hujan dengan intensitas kecil masih mengguyur.

"Sekarang fokus masalah banjir dulu, karena kalau masih banjir juga kan jalanannya enggak bisa diperbaiki. Warga yang terdampak banjir di RW 07 ada banyak, sekitar 1.200 kepala keluarga," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com, panjang Jalan Cililitan Kecil II sekitar tiga meter dengan lebar dua meter membuat warga harus berhati-hati ketika melangkah agak tak tersandung.

Banjir Jakarta, 2 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan dan Serangan Jantung, 2.258 Jiwa Mengungsi

Kebanjiran, Warga RW 07 Kelurahan Cililitan Mengaku Belum Dapat Bantuan dari Pemerintah

Sejumlah warga berusaha menata retakan aspal jalan agar tak terlalu bergelombang dan menganggu proses evakuasi dan pengiriman logistik bantuan yang masih berlangsung.

Noer mengimbau warganya berhati-hati saat melangkah karena PLN sejak pagi mematikan arus listrik guna mencegah terjadinya korsleting.

"Belum tahu kapan nyala lagi listriknya, mungkin baru dinyalain lagi kalau air sudah pasti surutnya. Sekitar 40 sentimeter lah, kalau dinyalain sekarang takut membahayakan warga juga. Kan enggak semua warga mengungsi," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved