Dibayangi Wajah Istrinya yang Dibunuh, Tugimin Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Tugimin (47), suami yang tega bunuh istrinya sendiri mengaku menyesal. Ia sempet kabur ke sejumlah kota sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Dibayangi Wajah Istrinya yang Dibunuh, Tugimin Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara (tengah). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG UTARA - Tugimin (47), suami yang tega bunuh istrinya sendiri mengaku menyesal. Ia sempet kabur ke sejumlah kota sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Tugimin saat di Mapolres Metro Bekasi, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengaku sempat melarikan diri ke daerah Pekalongan, Pemalang, Semarang, Cirebon hingga ke Tangerang Selatan.

Selama masa pelariannya itu, dia mengaku merasa diikuti dan dibayang-bayangi oleh wajah sang istri yang tega dia habisi dengan cara dibekap dengan bantal lalu dijerat lehernya menggunakan tambang.

"Saya selama di jalan terbayang, enggak tenang, akhirnya saya ingin tenang dengan menyerahkan diri ke polisi," kata Tugimin saat diwawancarai awak media, Senin (29/4/2019).

Sakit Hati, Suami di Bekasi Bunuh Istri dengan Cara Jerat Leher Menggunakan Tambang

Modal Seragam Provos, Polisi Gadungan Berpangkat AKP di Bekasi, Peras Korban hingga Bawa Kabur Motor

Melawan saat Hendak Ditangkap, Pencuri di Bekasi Tewas Ditembak Polisi

Peristiwa pembunuhan ini pertama kali terungkap ketika jazad korban Tanti Susanti (43), ditemukan membusuk di rumahnya di Perumahan Grand Permata City, Blok H1 Nomor 27 RT.01/07 Desa Karang Setia Kecamatan Karang bahagia Kabupaten Bekasi, Jumat (12/4/2019) lalu.

Tugimin mejelaskan, usai membunuh istrinya, dia langsung bergegas pergi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Niatnya melarikan diri bukan hanya untuk menghindari kejaran pihak kepolisian, dia mengaku melarikan diri untuk mencari ketenangan setelah melakukan perbuatan keji.

"Saya lari buat menenangkan diri, tapi di jalan malah terbayang, saya stres, akhirnya menyerahkan diri," jelas dia.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan motif utama pelaku menghabisi nyawa istrinya lantaran sakit hati usai dihina dan dicaci maki.

Kondisi itu dipicu juga masalah ekonomi dimana tersangka hanya pekerja serabutan.

"Tersangka kerja serabutan, kalau istrinya (korban) berdagang, faktor ekonomi juga kemungkinan, lalu sakit hati karena sering dihina," jelasnya.

Tugimin sempat melarikan diri ke luar kota selama lebih dari satu minggu sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Serpong Polres Tangerang Selatan pada, Minggu (21/4/2019).

"Anggota kemudian menjemput tersangka di Polsek Serpong dan dicocokkan hasil pemeriksaan olah TKP dengan pengakuan tersangka," ungkap Candra.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana ancaman hukuman penjara 20 tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved