VIDEO Petani di Tangerang Selatan Mulai Panen Timun Suri Jelang Ramadan
Sepekan menjelang Ramadan, hamparan daun hijau menutupi tanah merah seluas 1.000 meter persegi di sela-sela cluster dan perumahan dekat Villa Dago.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNKAKARTA.COM, PAMULANG - Sepekan menjelang Ramadan, hamparan daun hijau menutupi tanah merah seluas 1.000 meter persegi di sela-sela cluster dan perumahan dekat Villa Dago, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).
Di sela-sela daun berbentuk telapak tangan itu terlihat warna kuning mencolok.
Warna itu adalah timun suri, buah yang kerap dicari saat bulan Ramadan tiba.
Daging putihnya jika dipotong kecil-kecil dan dicampur sirup manis, akan menjadi sajian penghalang dahaga yang sempurna untuk buka puasa.
Kebun timun suri itu merupakan garapan Sidik ilyas, petani kota yang bertahan dari himpitan pembangunan perumahan-perumahan.
Sidik mengaku sudah sejak 2002 bertani timun suri jelang Ramadan.
Tahun ini, ia mulai menanam dari bibit pada Februari.
Ia menghitung masa pertumbuhan tanaman menjalar itu selama 60 hari.
"Setiap sebelum puasa. Dua bulan mau puasa kita nanem," ujar Sidik selepas memanen beberapa timun.
Setelah timun berbuah dan siap panen pertama kalinya, buah lainnya akan masak dua hari setelahnya.
Dari 300 bibit yang ditanam, ia memperkirakan akan memanen jumlah timun setara 200 pohon.
"Ini kebonnya sekitar 1000 meter buahnya sekitar 200 buah. 300 lobang sekali nanem," ujarnya.
Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pohon berbatang getas itu.
• Jelang Ramadan, Petani di Tangerang Selatan Mulai Panen Timun Suri
• Kisah Sapati Warga Kampung Akuarium yang Manfaatkan Lahan Bekas Bongkaran Tanam Timun Suri
Dari mulai keong, hingga cuaca hujan yang kerap membuat akar busuk.
"Saya biasanya pas baru tumbuh bibit, langsung dikasih obat yang anti binatang, biar keong pada enggak nyerang," ujarnya.
Ia mengatakan saat dua hari sebelum tarawih pertama, ia sudah siap dengan ratusan timunnya.
"Nanti yang beli sendiri yang datang pada bawa kol bak, metik sendiri," ujarnya.
Ia berharap cuaca bisa bersahabat agar kebun hijaunya bisa terus berbuah sampai habis masa panen.