Hadapi Cuaca Tak Menentu, Begini Cara Penjual Menjemur Ikan Asin Saat Hujan

Menghadapi musim pancaroba, sejumlah penjual ikan asin dan cumi menyiasati proses pengasinannya di Kampung Pengasinan Muara Angke, Jakarta Utara

Tayang:
TribunJakarta/Afriyani Garnis
Ikan tongkol asin yang dijemur dan ditutupi plastik di Kampung Pengasinan di Muara Angke, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, PLUIT  - Menghadapi musim pancaroba seperti sekarang ini produsen ikan asin muara angke tak kewalahan dalam proses pengasinan ikan disana.

Pengalaman selama bertahun - tahun membuat mereka tak kesulitan saat harus menjemur ikan saat cuaca tak menentu seperti sekarang ini.

Wajar saja, cuaca yang sebelumnya terik, bisa saja tiba-tiba mendung dan turun hujan.

Padahal dalam proses pengasinan ikan, faktor cuaca juga sangat memengaruhi.

Satu di antara produsen ikan asin di Kampung Pengasinan Muara Angke, Munawar (45) menyebutkan proses penjemuran saat hujan hanya diakali dengan menutupi ikan yang dijemur dengam plastik panjang.

Cerita Buruh dari Muara Angke yang Mengais Rupiah dari Kepala Ikan Tongkol

VIDEO Selusur Pengolahan Ikan Asin di Kampung Nelayan Muara Angke, Untung per Bulan Rp 40 Juta

Meski Jalanan Sudah Kering, Rumah Warga di Permukiman Muara Angke Masih Terendam Banjir

Proses Evakuasi Pekerja yang Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Pantai Indah Kapuk Ditunda

Plastik tersebut tentunya dapat menutupi ikan yang dijemur berjejer di papan penjemuran.

Dia pun menuturkan tidak ada aturan harus seperti apa plastik yang digunakan.

Namun, Munawar lebih sering menggunakan plastik bening atau yang tembus pandang.

Berbeda dengan penjemuran di bawah sinar matahari, saat hujan atau cuaca mendung proses penjemuran bisa sampai memakan waktu hingga empat hari.

"Kalau hujan ya kita tutupi pakai plastik. Kalau di bawah matahari bisa dua hari, kalau mendung, hujan ya bisa sampai empat hari," kata Munawar saat ditemui di Kampung Pengasinan Muara Angke, Senin (29/4/2019).

Dalam sehari setidaknya Munawar bisa memproduksi ikan asin sampai tiga ton.

Ia mengolah ikan tongkol menjadi ikan asin dan menunggu pembeli datang langsung ke lokasi penjemurannya.

"Kebetulan saya jual di sini saja (Muara Angke), yang beli yang datang kesini," kata dia.

Sementara itu, Rojali (45) produsen cumi asin memiliki cara yang berbeda dalam penjemuran cumi olahannya.

Jika cuaca mendung atau hujan, ia akan melakukan penjemuran di dalam ruangan.

Meski waktu yang dibutuhkan lebih lama, menurutnya itu lebih baik dibandingkan cumi tidak dijemur.

"Kalau hujan ya jemurnya di dalam ruangan, itu bisa sampai delapan jam, kalau diluar ruangan kan saat cuaca bagus itu hanya lima jam," kata Rojali.

Rojali sendiri bisa memproduksi hingga lima ton cumi asin setiap harinya.

Cumi tersebut diproduksi oleh 14 pekerja yang terbagi dalam berbagai tugas.

Usai dijemur dan dikemas dalam kotak berukuran 10 kilogram, cumi akan segera dikirim ke Karawang dan Bandung.

Selain itu, ia pun juga menjadi produsen untuk Gudang wilayah Pantai Indah Kapuk.

Tidak sama dengan ikan asin, menurut Rojali cumi justru lebih cepat proses produksinya dibanding ikan. Karena proses penjemurannya bisa dilakukan setiap hari.

Meski mengalami keterlambatan dalam proses produksinya, Munawar dan Rojali menyebutkan hal tersebut tidak menjadi kendala dalam distribusi cuminya kepada konsumen. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved