Pileg 2019

Yakin Dapat 10 Kursi di DPRD DKI Jakarta, PSI Incar Posisi Wakil Ketua

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh PSI, Idris mengatakan, beberapa wilayah menjadi prioritas, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta.

Yakin Dapat 10 Kursi di DPRD DKI Jakarta, PSI Incar Posisi Wakil Ketua
WARTA KOTA/AHMAD SABRAN
Gedung DPRD DKI Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBONSIRIH - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) optimis memperoleh hasil positif dalam pemilihan anggota legislatif DPRD DKI Jakarta.

Hal ini diutarakan oleh salah satu Caleg PSI yang bertarung di Dapil I Jakarta Pusat Idris Ahmad.

"Berdasarkan quick count kami delapan persen pencapaian di DPRD DKI Jakarta ya, kalau dikonversi sebenarnya itu antara delapan sampai 10 kursi," ucapnya saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (2/5/2019).

"Tapi kami optimis lebih dari itu," tambahnya.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh PSI, Idris mengatakan, beberapa wilayah menjadi prioritas, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Inilah Sosok Kader Ahok Lolos DPRD DKI Jakarta: Masih Lajang, Termuda di Dapilnya

"Perkembangan terakhir, kami dari PSI Jakarta melihat ada beberapa wilayah yang menjadi prioritas. Dalam arti memiliki potensi suara, salah satunya di Jakarta Utara, Barat, dan Pusat," ujarnya.

Ia pun mengaku optimis, PSI bisa masuk empat besar peroleh suara di DKI Jakarta dan mendapatkan jatah satu kursi Wakil Ketua DPRD.

"Potensi kami bisa dapat delapan sampai 10 kursi besar. Bahkan, kami optimis bisa dapat di Wakil Ketua DPRD," kata Idris.

Menurutnya, bila PSI berhasil mendapatkan satu jatah kursi Wakil Ketua DPRD maka pihaknya memiliki kekuatan lebih untuk mengeluarkan terobosan-terobosan baru di tingkat provinsi.

"Pertama yang harus kami bangun ialah mengembalikan kepercayaan publik kepada anggota parlemen," ucapnya.

Caleg Pedagang Cakwe di Bekasi Optimis Lolos Sebagai Anggota DPRD

Hal ini penting karena saat ini pandangan masyarakat terhadap anggota dewan terkesan negatif.

"Ini pertama buat kami, yaitu keterbukaan dari internal kami selaku anggota parlemen," ujarnya.

"Ini bukan upaya mudah karena merubah budaya kan ada proses," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved