Perlintasan Bulak Kapal Jadi Target Utama Sosialisasi Gerakan Nasional Keselamatan

Edi Nursalam mengatakan, dipilihnya perlintasan sebidang Bulak Kapal lantaran di lokasi tersebut merupakan titik rawan terjadi kecelakaan

Perlintasan Bulak Kapal Jadi Target Utama Sosialisasi Gerakan Nasional Keselamatan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Sosialisasi Gerakan selamat di perlintasan kereta api yang berlangsung di Bulak Kapal Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mulai hari ini, Jumat (3/5/2019), menggelar sosialisasi gerakan nasional selamat di perlintasan kereta api.

Gerakan ini dilakukan secara serentak di sejumlah titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia salah satunya di perlintasan sebidang Jalan Pahlawan, Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Edi Nursalam mengatakan, dipilihnya perlintasan sebidang Bulak Kapal lantaran di lokasi tersebut merupakan titik rawan terjadi kecelakaan.

"Bisa dikatakan paling rawan di perlintasan sebidang Bulak Kapal ini kerap terjadi kecelakaan," kata Edi di Bekasi.

Edi menjelaskan, di perlintasan sebidang ini faktor penyebab seringnya terjadi kecelakaan lantaran masih banyak pengedara yang kurang memperhatikan Keselematan, ditambah minimnya fasilitas keselamatan seperti rambu dan palang pintu.

"Minimnya fasilitas keselamatan dan palang pintu, hari ini kita tambah 10 rambu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," jelas dia.

Dia menambahkan, 10 rambu baru itu dipasang dari kedua arah di Jalan Pahlawan baik dari arah Bulak Kapal ke Perumnas III maupun sebaliknya.

"Permanen semua, kita himbau untuk menanbah rambu-rambu lainnya, spanduk dan menempatkan petugas, minimal dijagalah ya," jelas dia.

Iwan Budianto Jabat Plt Ketua Umum PSSI Berdasarkan Hasil Rapat Exco

AHY Bertemu Jokowi di Istana, Respon Sandiaga Hingga Reaksi Gerindra dan PKS

Adapun dia menjelaskan, wewenang pemasangan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang dibebankan kepada pemerintah daerah jika lokasi jalan termasuk jalan kota seperti di Bulak Kapal.

Tidak adanya palang di perlintasan sebidang kereta api di Bulak Kapal disebabkan jalan tersebut direncanakan akan dibuat underpass atau fly over.

"Jalan ini sudah direncanakan dipasang tidak sebidang dibangun fly over atau underpass masih dalan tahap kajian, pemerintah pusat yang bangun," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved